Jakarta

Jangan Langsung Menyesal Menunda Alarm Berbunyi karena Ternyata Ada Manfaat Tak Terduga

Anggerhana Denni Rahmawati | 10 Februari 2026, 06:30 WIB
Jangan Langsung Menyesal Menunda Alarm Berbunyi karena Ternyata Ada Manfaat Tak Terduga

AKURAT JAKARTA - Selama ini, tombol tunda alarm kerap dicap sebagai musuh produktivitas.

Kamu mungkin berpikir tambahan lima atau sepuluh menit hanya membuat tubuh semakin malas bangun.

Padahal, penelitian terbaru justru mengungkap bahwa sedikit waktu ekstra itu bisa membantu otak beradaptasi lebih halus saat berpindah dari tidur ke kondisi sadar.

Baca Juga: PIK Sulap Imlek 2026 Jadi Festival Budaya Raksasa, Wajib Kamu Datangi

Berdasarkan data dari 21.000 pengguna aplikasi Sleep Cycle di berbagai negara, kebiasaan ini ternyata sangat umum.

Lebih dari separuh responden mengaku menunda alarm dua sampai tiga kali setiap pagi sebelum akhirnya benar-benar bangun dari tempat tidur.

Artinya, kamu tidak sendirian jika sering melakukan hal tersebut.

Baca Juga: Awal Puasa Tetap Kerja, Tapi Lebaran Liburnya Panjang! Cek Jadwal Lengkapnya

Selama bertahun-tahun, kalangan medis memperingatkan bahwa interupsi alarm dapat merusak fase tidur REM (Rapid Eye Movement).

Fase ini penting karena berperan dalam pengolahan emosi, pembentukan memori, serta pemulihan mental.

Teori lama menyebutkan tidur yang terputus-putus akan membuat seseorang bangun dalam kondisi lebih lelah dan kurang fokus.

Baca Juga: Terkuak, Sejarah Penamaan Virus Nipah dari Desa di Malaysia Bukan India

Namun, pandangan itu mulai berubah. Dr Cathy Goldstein, ahli saraf dari Universitas Michigan, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa belum ada bukti kuat yang menunjukkan kehilangan beberapa menit tidur REM di pagi hari berdampak serius terhadap fungsi otak.

Justru, tambahan waktu singkat itu bisa membantu tubuh bangun secara bertahap sehingga kamu tidak merasa “kaget” saat alarm pertama berbunyi.

Meski begitu, para ahli tetap mengingatkan agar kamu tidak menyalahgunakan fitur ini.

Baca Juga: Catat Tanggalnya! Deretan Libur Panjang 2026 Siap Bikin Kamu Traveling

Menunda alarm sesekali masih tergolong aman, tetapi jika dilakukan berulang kali karena begadang atau kurang tidur, itu menjadi tanda masalah lain.

Ketidakteraturan jadwal tidur dinilai jauh lebih berbahaya dibanding sekadar menekan snooze.

Shelby Harris, profesor madya di Albert Einstein College of Medicine, New York, bahkan menggambarkan fungsi tersebut sebagai alat bantu sementara.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Bunga Bangkai dan Rafflesia, Dua Raksasa Flora Indonesia

"Banyak orang dengan apnea tidur atau yang terlalu sering menggunakan obat penenang sering mengandalkan fungsi tunda alarm untuk mengimbangi kekurangan energi mereka," kata Harris.

Menurutnya, ketergantungan pada tombol tunda bukan akar masalah, melainkan sinyal adanya gangguan tidur atau kondisi kesehatan tertentu.

Jadi, daripada menyalahkan snooze, kamu sebaiknya memperbaiki pola istirahat secara menyeluruh.

Baca Juga: Mengenal Rumput Teki, Gulma Bandel yang Menyimpan Khasiat Herbal

Untuk menjaga kesehatan otak dan tubuh, para pakar menyarankan beberapa langkah sederhana: atur alarm pada waktu bangun paling realistis, pertahankan jam tidur yang konsisten setiap malam, serta hindari menjadikan snooze sebagai pelarian dari kelelahan kronis.

Dengan ritme tidur teratur, kamu bisa bangun lebih segar, fokus meningkat, dan aktivitas harian terasa lebih ringan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.