Kurma Perlu Dicuci Sebelum Dimakan? Ini Penjelasannya

AKURAT JAKARTA - Kurma menjadi salah satu buah yang paling diburu ketika Ramadhan di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Buah manis ini hampir selalu hadir sebagai menu pembuka saat berbuka puasa setiap hari.
Permintaannya pun meningkat tajam menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.
Namun, di balik rasanya yang manis dan tampilannya yang mengilap, ada hal penting yang perlu diperhatikan.
Banyak orang langsung menyantap kurma tanpa mencucinya terlebih dahulu.
Padahal, kebiasaan sederhana ini bisa berpengaruh pada kebersihan dan kesehatan.
Secara umum, kurma memang terlihat bersih dan siap santap saat dibeli.
Apalagi jika dikemas dengan rapi dalam wadah tertutup yang tampak higienis.
Tetapi proses perjalanan kurma tidak sesederhana yang terlihat di etalase toko.
Kurma biasanya dipanen di negara beriklim kering lalu didistribusikan ke berbagai negara.
Selama proses panen, penyortiran, hingga pengemasan, kurma bisa terpapar debu dan kotoran.
Belum lagi proses pengiriman jarak jauh yang memakan waktu cukup lama.
Paparan tersebut membuat kurma berisiko terkontaminasi secara fisik, kimia, maupun biologis.
Kontaminasi fisik bisa berupa debu, pasir, atau serpihan kecil yang menempel di permukaan.
Kontaminasi kimia dapat berasal dari sisa pestisida atau bahan lain saat proses budidaya.
Sementara itu, kontaminasi biologis dapat muncul dari ragi dan jamur jika penyimpanan kurang baik.
Karena itu, mencuci kurma sebelum dimakan menjadi langkah pencegahan yang sederhana.
Air hangat dapat membantu mengurangi sisa kotoran dan kemungkinan residu bahan kimia.
Tidak ada jaminan bahwa kurma sudah dicuci dengan air bersih sebelum dikemas.
Air yang digunakan dalam proses produksi pun belum tentu selalu mengalir dan higienis.
Terutama untuk kurma curah yang dijual tanpa kemasan tertutup rapat.
Selain dicuci, cara penyimpanan juga penting untuk menjaga kualitas kurma.
Salah satu metode yang disarankan adalah menyimpan kurma dalam kondisi beku.
Pembekuan dapat memperlambat pertumbuhan mikroorganisme dan menjaga kesegarannya lebih lama.
Baca Juga: Persiapkan Mutu Siswa, Disdik Kabupaten Tangerang Sosialisasi TKA 2026 Kepada 2.000 Guru SD
Langkah mencuci kurma sebenarnya tidak memerlukan waktu yang lama.
Cukup bilas dengan air hangat mengalir, lalu tiriskan sebelum disajikan.
Kebiasaan kecil ini bisa membantu menjaga kesehatan selama menjalani ibadah puasa.
Jadi, sebelum menikmati manisnya kurma saat berbuka di bulan Ramadhan, pastikan sudah mencucinya.
Upaya sederhana ini menjadi bentuk ikhtiar menjaga kebersihan dan kesehatan keluarga. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






