Grounding: Berjalan Tanpa Alas Kaki Untuk Meredakan Stres dan Menjaga Kesehatan Tubuh

AKURAT JAKARTA - Berjalan tanpa alas kaki di tanah terdengar sederhana, namun praktik ini dikenal sebagai grounding dalam dunia kesehatan modern.
Grounding adalah aktivitas menghubungkan tubuh langsung dengan permukaan Bumi seperti tanah, rumput, pasir, atau batu alam.
Praktik ini dipercaya memungkinkan tubuh menyerap elektron bebas dari Bumi yang berperan menetralkan radikal bebas pemicu peradangan.
Radikal bebas yang berlebih diketahui dapat memicu stres oksidatif dan mempercepat munculnya berbagai gangguan kesehatan kronis.
Sejumlah penelitian awal menunjukkan grounding berpotensi membantu menurunkan peradangan dan mengurangi nyeri otot setelah aktivitas fisik.
Efek ini diduga berkaitan dengan perubahan muatan listrik pada tubuh yang memengaruhi respons peradangan secara alami.
Beberapa studi juga mencatat adanya penurunan viskositas darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan stabil.
Kondisi darah yang lebih encer ini berpotensi membantu menurunkan risiko hipertensi serta gangguan kardiovaskular tertentu.
Grounding juga dikaitkan dengan efek relaksasi melalui aktivasi sistem saraf parasimpatis yang mengatur proses istirahat tubuh.
Baca Juga: Cara Ampuh Mengusir Nyamuk Tanpa Bahan Kimia di Musim Hujan
Saat sistem ini aktif, detak jantung melambat, tekanan darah menurun, dan tubuh memasuki kondisi lebih tenang.
Inilah alasan mengapa banyak orang merasa lebih rileks dan segar setelah berjalan tanpa alas kaki di alam terbuka.
Dalam konteks tidur, grounding dinilai dapat membantu menurunkan hormon stres kortisol yang mengganggu kualitas istirahat.
Baca Juga: Lebih Sehat Tanpa Obat Kimia, Ini 7 Tanaman Pengusir Nyamuk
Menurut Sleep Foundation, praktik grounding sebelum tidur dapat membantu tubuh lebih cepat masuk ke fase tidur nyenyak.
Kadar serotonin yang meningkat juga berperan menciptakan rasa tenang dan mendukung siklus tidur yang lebih teratur.
Tidak sedikit individu melaporkan tidur lebih pulas, bangun lebih segar, dan memiliki energi lebih baik di siang hari.
Baca Juga: Musim Hujan Datang, Waspada Leptospirosis yang Mengintai di Balik Genangan
Meski demikian, tidak semua manfaat grounding sepenuhnya dijelaskan oleh teori transfer elektron dari Bumi ke tubuh manusia.
Sebagian ilmuwan menilai kedekatan dengan alam, udara segar, dan suasana tenang turut memberi efek positif pada kesehatan.
Faktor psikologis seperti rasa nyaman dan rileks juga diyakini berkontribusi besar terhadap manfaat yang dirasakan.
Baca Juga: Tips Naik Kereta Api Jarak Jauh Saat Musim Hujan Agar Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman
Grounding tetap perlu disikapi secara kritis sebagai bagian dari gaya hidup sehat, bukan pengganti pengobatan medis.
Sebagian besar penelitian masih memiliki sampel kecil dan membutuhkan pengujian lanjutan yang lebih luas dan independen.
Namun, sebagai aktivitas ringan, grounding relatif aman dan mudah dilakukan oleh banyak orang dalam keseharian.
Baca Juga: Benarkah Minum Kopi Bisa Mengecilkan Payudara? Ini Faktanya
Berjalan tanpa alas kaki di tanah dapat menjadi cara sederhana untuk terhubung kembali dengan alam dan tubuh sendiri.
Dengan pendekatan yang seimbang, grounding bisa menjadi pelengkap gaya hidup sehat yang mendukung pemulihan dari stres harian. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






