Dongeng Anak: Kura-Kura Mengejar Mimpi

AKURAT JAKARTA - Setiap makhluk di dunia ini memiliki mimpi, sekecil apa pun langkah yang bisa ia tempuh.
Ada yang terlahir cepat, ada pula yang harus berjalan pelan.
Namun mimpi tidak pernah memilih siapa yang layak atau tidak untuk diwujudkan.
Baca Juga: Dongeng Anak: Kancil dkk Berpetualang ke Planet Lain
Inilah kisah tentang seekor kura-kura kecil yang berani percaya pada mimpinya sendiri, meski dunia sering meragukannya.
Kisah berjudul "Kura-Kura Mengejar Mimpi" ini diambil langsung dari Youtube DAI-Dongeng Anak Indonesia, bagian dari Grup Akurat Jakarta.
Di sebuah hutan hijau dan damai, hiduplah seekor kura-kura kecil bernama Kuki.
Baca Juga: Film TIMUR: Mengenang Mapenduma Lewat Laga Sinematik Iko Uwais
Kuki suka berjalan-jalan dan bermimpi bisa menjelajahi hutan sampai ke ujungnya.
Tetapi Hewan lain sering menertawakan cita-cita Kuki.
“Kau terlalu lambat, Kuki! Mana mungkin bisa sampai ke ujung hutan!”
Baca Juga: Film TIMUR: Mengenang Mapenduma Lewat Laga Sinematik Iko Uwais
Kuki menghadapi ejekan dan cemoohan dengan sabar, menunjukkan keteguhan hatinya yang percaya pada mimpi dan kemampuannya.
Suatu pagi, Kura-kura memutuskan memulai perjalanannya.
Ia membawa tas kecil berisi perbekalan dan air dalam tempurung kelapa.
Baca Juga: Tak Perlu ke Luar Negeri, Eka Hospital Sukses Operasi 100 Lutut Berbasis Robotik
Dengan semangat, ia mulai melangkah perlahan melewati semak dan bebatuan.
Tapi perjalanan itu tidak mudah.
Di hari pertama, hujan turun deras.
Baca Juga: Ancol Siapkan Liburan Penuh Ceria untuk Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Kuki basah kuyup dan menggigil.
Tapi ia berkata dalam hati, “Aku ingin tahu seperti apa ujung hutan itu.”
Hari berikutnya, ia bertemu ular tua yang berkata, “Kau buang-buang waktu, Nak. Dunia ini terlalu berat untuk kura-kura kecil sepertimu.”
Baca Juga: Viral Cocoklogi Unggahan Lama Aura Kasih dan Ridwan Kamil Bikin Netizen Penasaran
Kuki sedih mendengarnya, tapi ia tetap melangkah.
Saat lelah dan ingin menyerah, Kuki melihat seekor burung kecil dengan sayap patah mencoba belajar terbang lagi.
“Kenapa kamu tak menyerah?” tanya Kuki.
Baca Juga: Isu Pihak Ketiga Mencuat di Tengah Perceraian Ridwan Kamil, Kuasa Hukum Beri Bantahan Tegas
“Karena aku belum sampai tujuan,” jawab burung itu.
Kata-kata burung itu membuat hati Kuki hangat.
Ia tersenyum dan berkata, “Kalau burung kecil bisa berjuang, aku juga bisa.”
Ia pun melanjutkan langkahnya, sedikit demi sedikit.
Di tengah perjalanan, ia harus melewati jalan menanjak tinggi.
Nafasnya terengah, kaki lelah, punggung pegal.
Baca Juga: Terlihat Sehat, 7 Buah Ini Ternyata Pantangan Saat Diare
Tapi Kuki berkata, “Langkah kecil tetap berarti, asal aku tidak berhenti.”
Keesokan harinya Kuki bertemu dengan kelompok Kancil.
"Kamu berjalan sudah berapa jauh?" tanya kancil penasaran.
Baca Juga: Liburan Tetap Bahagia, Ini Trik Mindful Traveling Bareng Keluarga
Kuki pun menceritakan harapan dan perjalanannya.
Kancil takjub mendengar semangat juang Kuki.
"Mari kita bantu Kuki mewujudkan mimpinya," ujar Kancil.
Baca Juga: Telur Tak Selalu Aman, Ini 5 Kelompok Orang yang Perlu Membatasinya
Gajah pun membantu Kuki menuju ujung hutan yang tinggi.
Kuki sampai di puncak bukit.
Ia melihat pemandangan hutan yang sangat indah.
Baca Juga: Hubungan Mulai Terasa Hambar Bukan Akhir Segalanya, Ini Alasannya
Ada sungai berkelok, pohon-pohon tinggi, dan pelangi yang muncul di kejauhan.
Kuki berteriak gembira, “Aku berhasil! Aku benar-benar sampai sejauh ini!” Tidak akan ada lagi yang menertawakannya sekarang.
Bahkan angin pun seolah bertepuk tangan.
Baca Juga: Terlihat Sederhana tapi Ini 5 Manfaat Journaling untuk Kesehatan Mental yang Jarang Disadari
Kuki pulang dengan hati bahagia. Ia tahu dunia kadang berat, tapi cukup satu alasan kuat — mimpi dan harapan — untuk terus melangkah, walau pelan.
Tuhan mendatangkan bantuan dari jalan yang tak terduga.
Perjalanan Kuki mengajarkan bahwa keberanian tidak selalu terlihat dari kecepatan, melainkan dari keteguhan untuk terus melangkah.
Baca Juga: Tak Perlu Jago Menulis, Begini Cara Memulai Journaling yang Bermanfaat untuk Kesehatan Mental
Meski perlahan, mimpi bisa tercapai ketika hati tidak berhenti berharap.
Dan seperti Kuki, setiap anak pun bisa meraih impiannya jika mau sabar, percaya diri, dan pantang menyerah.
Versi animasi Kura-Kura Mengejar Mimpi ini bisa kamu tonton lewat LINK ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









