Jakarta

Jangan Abaikan! Penyakit Pascabencana yang Mengintai Kamu di Musim Hujan

Zainal Abidin | 5 Desember 2025, 21:15 WIB
Jangan Abaikan! Penyakit Pascabencana yang Mengintai Kamu di Musim Hujan

AKURAT JAKARTA - Penyakit musim hujan kembali menjadi perhatian serius ketika curah hujan meningkat di berbagai wilayah Indonesia.

Risiko penyakit musim hujan kian membayangi kamu, terutama saat banjir mulai menggenangi permukiman dan merusak sanitasi.

Tidak sedikit yang meremehkan penyakit musim hujan, padahal penyebarannya bisa sangat cepat dan mengancam keselamatan masyarakat.

Baca Juga: Jangan Lupa! Benteng Culture Festival 2025 di Mall Metropolis Tangerang Dimulai Hari Ini hingga Minggu Lusa, Dimeriahkan Konser Gratis D'Masiv

Lingkungan yang lembap, sumber air bersih yang tercemar, hingga meningkatnya populasi nyamuk, membuat kamu harus lebih waspada terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga.

Karena itu, memahami apa saja ancaman kesehatan pada musim hujan menjadi langkah penting sebelum terlambat.

Musim hujan dan banjir tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik pada rumah serta infrastruktur, tetapi juga memicu merebaknya penyakit yang kerap muncul pada situasi lingkungan lembap dan sanitasi buruk.

Baca Juga: Debut Layar Lebar! Lisa BLACKPINK Bintangi Film Aksi Thriller Netflix 'TYGO' Bareng Don Lee

Menurut informasi dari laman resmi Kementerian Kesehatan, ada beberapa penyakit yang harus kamu waspadai selama musim penghujan.

Penyakit-penyakit ini dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang tinggal di daerah rawan banjir atau dengan akses air bersih yang terbatas.

Berikut lima penyakit yang wajib kamu waspadai saat musim hujan maupun banjir:

Baca Juga: Jangan Lupa, Konser Denny Caknan Hari Ini di Singphoria SKJ Ultimate Jambi

1. Diare

Gangguan pencernaan ini sangat erat kaitannya dengan kebersihan pribadi.

Ketika banjir, sumber air minum masyarakat, khususnya dari sumur dangkal, bisa tercemar dan memicu diare dengan penularan cepat.

Baca Juga: Empat Tanda Suami Berbohong yang Mungkin Sering Diabaikan Istri

Pencegahan dapat dilakukan dengan membiasakan cuci tangan menggunakan sabun, merebus air hingga mendidih, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghindari penumpukan sampah.

2. Demam Berdarah

Banyaknya genangan air saat musim hujan meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti.

Baca Juga: Ahli Ungkap Risiko di Balik Kebiasaan Tidur Pakai dan Tanpa Bantal

Kamu dianjurkan mengubur kaleng bekas, menguras penampungan air secara rutin, dan menutup tempat penyimpanan air dengan rapat.

Jika mengalami panas tinggi tanpa sebab jelas disertai tanda perdarahan, segera periksakan diri ke dokter.

3. Leptospirosis

Baca Juga: Dari Kisah Nyata Tragis hingga Fantasi Besar, Ini 5 Deretan Film Bioskop Desember 2025 yang Bikin Penasaran

Penyakit zoonosis ini disebabkan bakteri leptospira dan ditularkan melalui hewan, terutama tikus.

Saat kamu memiliki luka lalu terendam air banjir yang tercampur kotoran atau urine tikus, risiko tertular sangat tinggi.

Gejalanya berupa panas mendadak, sakit kepala, dan tubuh menggigil.

Baca Juga: NICE PIK 2 Jadi Tuan Rumah Weddingku Exhibition 2025, 200+ Vendor Siap Manjakan Calon Pengantin

4. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

ISPA dapat menyerang siapa saja, terutama di pengungsian yang dipenuhi banyak orang.

Gejala umumnya adalah batuk, demam, sesak napas, dan nyeri dada.

Baca Juga: Sebelum Ajak Anak Bermain ke Playground, Pastikan Kamu Tahu 3 Poin Penting Ini

Kasus ISPA juga banyak ditemukan pada pengungsi pascabanjir di Aceh dan Sumatera.

5. Penyakit Kulit

Infeksi, gatal-gatal, dan alergi sering muncul akibat lingkungan lembap serta kebersihan tubuh yang kurang terjaga.

Baca Juga: 8 Langkah Pemulihan Trauma Pascabencana yang Perlu Dilakukan Penyintas

Kerumunan di pengungsian juga meningkatkan risiko penularan penyakit kulit.

Dengan memahami risiko penyakit musim hujan dan cara pencegahannya, kamu bisa lebih siap melindungi diri dan keluarga selama musim penghujan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.