Viral tapi Belum Tentu Halal, Fakta Mengejutkan di Balik Tren Kuliner Kekinian

AKURAT JAKARTA - Tren kuliner kini semakin berkembang pesat, terutama di era digital yang serba cepat.
Hanya dengan satu video viral atau ulasan dari food vlogger ternama, sebuah restoran bisa langsung diserbu pengunjung.
Tak jarang, anak muda pun memilih tempat makan bukan hanya karena rasa, tetapi juga karena tampilannya yang Instagramable.
Baca Juga: 5 Cara Cerdas agar Hutang Cepat Lunas Tanpa Stres
Namun, di balik semaraknya tren tersebut, ada hal penting yang kerap terlupakan: status kehalalan makanan yang dikonsumsi.
Banyak restoran mengklaim diri mereka “no pork no lard”, “muslim friendly”, atau “no alcohol” sebagai jaminan kehalalan.
Sekilas, istilah-istilah itu terdengar aman.
Baca Juga: Merapat Baladewa! Konser Dewa 19 di Lapangan Rampal Malang Hari Ini, Cek untuk Tiketnya di Sini
Namun, faktanya tidak semua klaim tersebut bisa dijadikan acuan.
Menurut Direktur Utama LPPOM MUI, Muti Arintawati, kehalalan sebuah produk tidak hanya bergantung pada ada atau tidaknya daging babi, melainkan juga menyangkut keseluruhan proses produksi — mulai dari bahan, distribusi, pengolahan, hingga penyajian.
“Kehalalan suatu makanan tidak hanya bergantung pada ketiadaan daging babi atau turunannya, tetapi juga pada keseluruhan proses produksinya, mencakup pemilihan bahan, distribusi bahan, hingga penyajian atau penjualan,” jelas Muti, dikutip dari laman LPPOM, Jumat (17/10).
Baca Juga: Sering Makan Telur, Hindari 5 Kombinasi Makanan Ini Agar Nutrisi Terserap Maksimal
Konten kreator sekaligus edukator halal, Dian Widayanti, juga menambahkan bahwa masih banyak restoran yang tanpa sadar menggunakan bahan yang tidak halal.
“Kadang, mereka bukan dengan sengaja menjual makanan non-halal, tapi banyak yang belum tahu bahwa bahan-bahan ini sebetulnya tidak halal,” ujarnya.
Berikut 5 bahan yang sering dianggap aman, tapi ternyata belum halal:
1. Angciu (arak masak)
Digunakan dalam berbagai hidangan Chinese food dan kadang ditambahkan ke nasi goreng.
2. Rhum
Sering dipakai untuk kue atau dessert, namun tetap dianggap tidak halal meski berlabel “essence” atau “non-alkohol”, sesuai Fatwa MUI No. 44 Tahun 2020.
3. Mirin
Bumbu khas Jepang untuk sushi yang tidak memiliki versi halal sejati.
4. Kahlua dan Irish Cream
Campuran alkohol yang biasa digunakan pada kopi dan dessert seperti tiramisu.
Baca Juga: Awas Cuan! Harga Emas Antam Terus Melesat, Ini Rincian Harganya
5. Kuas bulu hewan
Masih sering digunakan di dapur restoran; bisa berasal dari bulu babi, sehingga disarankan memakai kuas silikon atau sintetis food grade.
Sebagai konsumen, kamu perlu lebih teliti sebelum membeli makanan, terutama dari restoran yang belum memiliki sertifikasi halal resmi.
Baca Juga: Dubai Saingi Tokyo dan London, Siap Jadi Pusat Wisata Dunia 2025
Tren kuliner boleh berganti, tetapi memastikan makanan yang kamu konsumsi benar-benar halal tetap menjadi prioritas utama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






