Waspadai Konsumsi Kangkung dan Genjer, Tanaman Bioremediator yang Bisa Membahayakan Kesehatan

AKURAT JAKARTA - Tanaman bioremediator dikenal sebagai pahlawan lingkungan karena kemampuannya menyerap zat beracun dari tanah dan air.
Namun di balik peran mulianya dalam membersihkan alam, tanaman jenis ini justru bisa menjadi ancaman serius jika dikonsumsi manusia.
Sayuran seperti kangkung, bayam liar, selada air, dan genjer yang tumbuh di lingkungan tercemar dapat menyerap logam berat seperti timbal, merkuri, dan kadmium ke dalam jaringan tubuhnya.
Baca Juga: Serunya Keliling Jakarta dari Atas Bus Terbuka, Ini Panduan Pesan Tiket Open Top Tour Secara Online
Zat-zat ini tidak terlihat, tidak berbau, dan yang paling berbahaya adalah tidak dapat hilang hanya dengan dicuci bersih.
Konsumsi tanaman bioremediator yang terkontaminasi logam berat dapat menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.
Logam berat yang masuk ke dalam tubuh manusia bersifat akumulatif, artinya akan menumpuk dari waktu ke waktu.
Baca Juga: 8 Jurus Jitu Menghadapi Orang Narsistik agar Hidupmu Tetap Damai
Akibatnya, berbagai organ vital dapat terganggu. Beberapa efek yang sering muncul antara lain gangguan saraf seperti penurunan memori dan konsentrasi, kerusakan ginjal, serta gangguan perkembangan otak, terutama pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Tak hanya itu, paparan logam berat juga dapat memicu anemia karena mengganggu produksi sel darah merah.
Sayangnya, banyak masyarakat yang tidak menyadari bahaya ini.
Baca Juga: Temuan Mengejutkan: Vitamin D2 Bisa Mengganggu Kadar Vitamin D3 Tubuhmu
Sayuran liar yang tumbuh subur di pinggir sungai atau area sekitar pabrik sering kali tampak hijau dan segar, padahal mengandung racun berbahaya.
Inilah sebabnya mengapa penting untuk lebih selektif dalam memilih sayuran yang akan dikonsumsi.
Agar aman, pastikan sayuran berasal dari sumber yang terpercaya seperti pertanian organik atau sistem hidroponik rumahan yang menggunakan air bersih dan media tanam bebas kontaminasi.
Hindari membeli sayuran yang tumbuh di sekitar saluran air kotor atau area industri.
Tanaman bioremediator memang bermanfaat bagi lingkungan, tetapi bukan untuk dikonsumsi.
Bijak memilih sumber pangan berarti menjaga kesehatan tubuh sekaligus berkontribusi pada pelestarian alam yang lebih aman bagi generasi mendatang. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





