Jakarta

Bongkar Rahasia Dapat Rp100 Juta Pertama di Usia 20an! Tips dari Timothy Ronald yang Wajib Diketahui Pelajar & Mahasiswa

Menggi Febrianti | 1 Juli 2025, 20:18 WIB
Bongkar Rahasia Dapat Rp100 Juta Pertama di Usia 20an! Tips dari Timothy Ronald yang Wajib Diketahui Pelajar & Mahasiswa

AKURAT JAKARTA - "Capek jadi anak kosan akhir bulan makan mie instan terus?" atau "Pengen banget self-reward tapi dompet selalu nangis?" Tenang, Bro/Sis! Kita semua pernah di fase itu.

Tapi, pernah gak sih kepikiran, gimana caranya anak muda kayak kita bisa punya tabungan ratusan juta di usia 20-an?

Nah, kali ini kita bakal bongkar rahasia dari video inspiratifnya Timothy Ronald, yang kasih insight super relate buat kita-kita yang masih berstatus pelajar atau mahasiswa, biar bisa pecah telur finansial dan punya 100 juta pertama!

Bayangin deh, teman-teman seangkatan udah bisa beli ini itu dari hasil keringat sendiri, atau bahkan udah mulai investasi. Pasti ada rasa pengen kayak gitu kan?

Baca Juga: Ingat! Akhir Pekan Ini Ada Konser Padi Reborn, Vierratale, Tiara Andini, hingga Gildcoustic di Surabaya, Cek Lokasinya di Sini

Timothy Ronald di videonya ngejelasin dengan santai tapi ngena, bahwa kunci utama buat dapetin cuan gak melulu soal modal gede atau ide bisnis yang rumit.

Justru, ada beberapa cara simple yang bisa kita lakuin dari sekarang.

Salah satu poin penting yang dia tekankan adalah soal tiga jalur utama buat dapetin uang. Ada jualan produk sendiri, jualan jasa, dan jadi broker atau affiliate (nawarin produk/jasa orang lain).

Nah, buat kita yang masih kuliah atau baru lulus, Timothy lebih nyaranin buat fokus jadi broker atau affiliate.

Kenapa? Karena di sini, kita gak perlu pusing mikirin produksi, kualitas barang, atau urusan ribet lainnya.

Tugas kita cuma satu: jualan!

Mungkin ada yang mikir, "Ah, jualan mah gak bakat!". Eits, jangan salah!

Menurut Timothy, inti dari semua cara dapetin uang itu ya keterampilan menjual (sales).

Ini bukan cuma soal pinter ngomong atau maksa orang beli. Lebih dari itu, ini soal komunikasi yang efektif.

Gimana caranya kita bisa dengerin baik-baik apa kebutuhan orang lain, ngertiin masalah mereka, baru deh nawarin solusi yang tepat.

Ibaratnya, kita kayak lagi ngobrol sama teman, tapi obrolannya berujung cuan!

Gak cuma itu, Timothy juga nyinggung soal pentingnya membangun hubungan baik.

Jangan cuma fokus ke transaksi jual-beli aja. Coba deh kasih value lebih ke pelanggan kita.

Misalnya, abis mereka beli, kita kasih tips atau trik terkait produknya.

Atau sekadar nanya kabar setelah beberapa waktu.

Hal-hal kecil kayak gini justru bikin pelanggan jadi loyal dan bahkan bisa jadi marketing gratis buat kita lewat cerita ke teman-temannya (word-of-mouth).

Ini kayak di kehidupan sehari-hari aja, kan? Kalau kita nyaman sama satu brand atau penjual, pasti kita bakal balik lagi dan rekomendasiin ke orang lain.

Terus, gimana kalau ada calon pembeli yang nolak atau banyak tanya?

Nah, di sinilah kemampuan menyelesaikan masalah kita diuji.

Timothy bilang, jangan langsung nyerah kalau dapet penolakan.

Coba gali lagi kenapa mereka ragu, kasih penjelasan yang meyakinkan, atau bahkan tawarin alternatif lain yang mungkin lebih cocok.

Ini kayak lagi negotiation sama teman buat nentuin tempat nongkrong, harus pinter-pinter cari solusi biar semua happy.

Yang paling penting, Timothy wanti-wanti buat gak cuma nukerin waktu sama uang.

Contohnya, kerja jadi part-time di kafe emang bisa ngasih uang jajan, tapi itu gak akan bikin kita cepet nyampe ke angka 100 juta karena waktu kita terbatas.

Makanya, fokus ke jualan (apalagi sebagai affiliate) itu lebih scalable karena potensi penghasilannya gak terbatas sama jam kerja kita.

Baca Juga: The Lion King Live in Concert Bakal Digelar di Jakarta pada 11-12 Oktober 2025, Cek Lokasi dan Harga Tiketnya di Sini!

Intinya gini: Buat kita para pelajar dan mahasiswa yang pengen punya kebebasan finansial dan nyampe ke 100 juta pertama, kuncinya ada di keterampilan menjual.

Mulailah dengan jadi affiliate atau reseller. Asah kemampuan komunikasi, bangun hubungan baik, dan jangan takut sama penolakan.

Anggap aja setiap interaksi sama calon pembeli itu sebagai pelajaran berharga.

Jadi, gimana? Udah mulai kebayang kan langkah-langkahnya?

Gak ada yang instan, tapi dengan kemauan belajar dan praktik yang konsisten, bukan gak mungkin kita bisa mencapai target 100 juta pertama di usia yang masih sangat produktif.

Yuk, mulai gercep dari sekarang! Jangan cuma jadi penonton story teman yang udah sukses, tapi jadilah bagian dari cerita sukses itu sendiri!

Siapa tahu, beberapa tahun lagi, giliran kamu yang kasih tips ke teman-teman lainnya!**

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
M
Editor
M. Rafix