Lezat tapi Berisiko, Inilah 3 Bahaya Mengonsumsi Telur Setengah Matang yang Patut Diwaspadai

AKURAT JAKARTA - Telur adalah salah satu sumber protein hewani yang sangat populer di masyarakat.
Selain mudah didapat dan terjangkau, telur juga dikenal serbaguna karena bisa diolah menjadi berbagai hidangan, seperti telur dadar, rebus, ceplok, hingga telur setengah matang.
Bagi sebagian orang, telur setengah matang memiliki tekstur creamy dan rasa yang lebih lezat, terutama saat disajikan bersama mi instan atau bubur ayam.
Baca Juga: Awas, Muncul Penyakit Baru Berbahaya: Apa Itu Diabetes Tipe 5?
Namun, di balik kenikmatan ini, ada beberapa risiko kesehatan yang perlu diperhatikan.
Mengonsumsi telur setengah matang bisa berbahaya karena proses pematangan yang tidak sempurna berpotensi membiarkan bakteri berbahaya tetap hidup di dalamnya.
Berikut tiga risiko utama yang harus kamu waspadai sebelum menikmati telur setengah matang:
Baca Juga: Pasangan Mulai Berubah? Inilah 5 Tanda Selingkuh yang Perlu Kamu Waspadai saat Menjalani LDR
1. Risiko Terpapar Bakteri Salmonella
Telur mentah atau setengah matang memiliki risiko tinggi terkontaminasi bakteri Salmonella, yang biasanya terdapat pada cangkang atau bagian dalam telur yang terkontaminasi.
Bakteri ini hanya bisa mati jika telur dimasak pada suhu tertentu dalam waktu yang cukup lama.
Baca Juga: Diet Sehat dan Aman Itu Nggak Harus Sengsara, Asal Tahu Triknya!
Jika tidak, bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh dan menyebabkan infeksi.
Gejala infeksi Salmonella biasanya muncul dalam 6 hingga 72 jam setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, termasuk diare, mual, muntah, demam, dan kram perut.
Pada kasus yang lebih parah, terutama pada anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah, infeksi ini bisa menyebabkan dehidrasi berat dan bahkan memerlukan perawatan di rumah sakit.
Baca Juga: Kasus TBC di Jakarta Sangat Tinggi, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
2. Risiko Keracunan Makanan
Telur yang tidak dimasak dengan sempurna juga bisa menjadi sumber utama keracunan makanan.
Jika telur dikonsumsi dalam keadaan mentah atau setengah matang, bakteri yang ada di dalamnya bisa berkembang biak dengan cepat dan menyebabkan infeksi saluran pencernaan.
Baca Juga: Sering Buang Air Kecil dan Berat Badan Turun? Waspada Gejala Diabetes pada Anak!
Selain itu, jika telur berasal dari sumber yang kurang higienis atau cangkangnya retak, risiko keracunan akan semakin tinggi.
Gejalanya sering kali tidak langsung terasa, membuat banyak orang meremehkan bahaya ini hingga terlambat mendapatkan penanganan yang tepat.
3. Risiko Bagi Ibu Hamil dan Janin
Baca Juga: Mau Ngemil Tapi Khawatir Kolesterol? Cobalah 5 Pilihan Camilan Berikut Ini!
Bagi ibu hamil, konsumsi telur setengah matang sangat tidak disarankan.
Sistem kekebalan tubuh wanita hamil biasanya lebih lemah, sehingga lebih rentan terhadap infeksi bakteri, termasuk Salmonella.
Jika terinfeksi, risiko komplikasi serius seperti kelahiran prematur, dehidrasi parah, bahkan infeksi pada janin bisa meningkat.
Baca Juga: Termasuk Bisa Bantu Kurangi Stres, Inilah 6 Manfaat Luar Biasa Buah Markisa untuk Tubuh
Untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan calon bayi, sebaiknya memasak telur hingga benar-benar matang selama masa kehamilan.
Ini akan membantu mengurangi risiko infeksi dan memastikan asupan protein yang lebih aman.
Dengan memahami risiko ini, kamu bisa lebih bijak dalam memilih cara memasak telur yang lebih aman.
Baca Juga: Kamu Suka Mager dan Kurang Gerak? Awas, 7 Penyakit Ini Mengintai Diam-Diam!
Meski telur setengah matang terasa lezat, keselamatan dan kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









