6 Penyakit Mengerikan yang Bisa Muncul Akibat Gunakan Baby Oil Sebagai Pelumas

AKURAT JAKARTA - Menggunakan baby oil sebagai pelumas saat berhubungan intim dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, terutama pada area genital yang sensitif.
Berikut adalah beberapa penyakit dan kondisi yang dapat timbul sebagai efek samping dari penggunaan baby oil:
1. Infeksi Bakteri Vaginosis
Baby oil dapat mengganggu keseimbangan pH alami vagina, menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan.
Baca Juga: Disebut Banyak yang Nganggur, Begini 5 Cara Gen Z Agar dapat Mempengaruhi Bisnis dan Dunia Kerja
Hal ini bisa menyebabkan bacterial vaginosis (BV), yang ditandai dengan keluarnya cairan berbau amis, rasa gatal, dan iritasi.
2. Infeksi Jamur (Candidiasis)
Baby oil dapat memerangkap kelembapan di area genital, yang meningkatkan risiko berkembangnya infeksi jamur.
Jamur jenis Candida dapat tumbuh lebih cepat ketika keseimbangan kelembapan terganggu, menyebabkan rasa gatal, iritasi, dan keluarnya cairan berwarna putih yang kental.
3. Iritasi Kulit dan Alergi
Bahan dalam baby oil mungkin tidak diformulasikan untuk area genital yang sensitif. Penggunaannya dapat menyebabkan iritasi kulit, reaksi alergi, atau rasa tidak nyaman pada vagina atau penis. Gejalanya meliputi rasa gatal, kemerahan, dan peradangan.
4. Pelvic Inflammatory Disease (PID)
Penggunaan pelumas berbasis minyak seperti baby oil dapat meningkatkan risiko infeksi yang lebih serius jika infeksi bakteri naik ke saluran reproduksi atas.
Baca Juga: 10 Hal yang Bisa Bikin Tidur Nyenyak, Penting untuk Kesehatan Fisik dan Mental
Pelvic Inflammatory Disease (PID) adalah infeksi yang bisa memengaruhi rahim, ovarium, dan saluran tuba, berpotensi menyebabkan masalah reproduksi di masa depan.
5. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Karena baby oil tidak mudah larut dan sulit dibersihkan, residu yang tertinggal di area genital bisa meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK), terutama bagi wanita.
ISK bisa menyebabkan rasa nyeri atau panas saat buang air kecil, dan dalam kasus yang lebih parah bisa menyebar ke ginjal.
6. Kondisi Infeksi pada Penis
Pada pria, penggunaan baby oil juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit penis, terutama jika residu minyak terperangkap di lipatan kulit.
Ini bisa memicu pertumbuhan bakteri dan menyebabkan balanitis (peradangan pada kepala penis).
Kesimpulan
Penggunaan baby oil sebagai pelumas selama hubungan intim dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri, jamur, dan masalah kesehatan lainnya karena sifatnya yang berbasis minyak dan tidak cocok untuk area genital yang sensitif.
Sangat disarankan untuk menggunakan pelumas berbasis air atau silikon yang aman dan diformulasikan khusus untuk penggunaan seksual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya







