Kenalan dengan Teknik Dry Aging, Rahasia di Balik Harga Mahal Steak Restoran

AKURAT JAKARTA - Banyak orang mengira bahwa menikmati steak di rumah bisa menyamai cita rasa restoran.
Namun nyatanya, ada perbedaan besar yang membuat harga steak di restoran terasa mahal namun sepadan.
Teknik memasak dan pengolahan yang digunakan di restoran, terutama metode dry aging, membuat daging lebih empuk, juicy, dan kaya rasa.
Baca Juga: Resep Bakso Ikan untuk Cemilan di Rumah dan Ide Buka Bisnis
Teknik dry aging adalah proses penyimpanan daging dalam suhu dan kelembapan yang dikontrol ketat selama periode tertentu, mulai dari dua minggu hingga lebih dari sebulan.
Proses ini tidak hanya membuat daging lebih lunak, tetapi juga meningkatkan rasa umami yang khas.
Salah satu restoran yang mengandalkan teknik ini adalah ABSteak by Chef Akira Back yang berlokasi di Jakarta.
Baca Juga: Resep Udang Asam Manis Mudah Dibikin di Rumah, Rasanya Enak Banget
Restoran ini mengusung konsep Lifestyle Korean BBQ dengan pendekatan modern khas Chef Akira.
Beberapa pilihan daging yang di-dry aged antara lain Picanha yang disimpan selama 14 hari dan T-Bone Steak yang mengalami proses selama 45 hari.
“Sehingga memiliki keseimbangan antara sirloin dan tenderloin untuk tekstur yang lebih juicy,” jelas Chef William Rusli, Corporate Executive Chef Akira Back Group Indonesia.
Baca Juga: Ampo, Sensasi Unik Menyantap Tanah Liat dalam Tradisi Kuliner Nusantara
Menu andalan lainnya adalah Galbi Jim, iga sapi yang dimasak perlahan selama 24 jam hingga empuk sempurna dengan cita rasa khas Korea.
Ada pula Gyu Katsu, wagyu striploin dengan lapisan luar renyah dan bagian dalam juicy, disajikan bersama salad segar.
Tak hanya steak, inovasi lain Chef Akira terlihat pada AB Wagyu Pizza, kombinasi daging sapi mentah di atas tortilla renyah, diberi aioli, zaitun hijau, dan truffle oil yang memperkaya rasa.
Baca Juga: Resep Tumis Daun Singkong Teri Pedas, Mudah Dibikin di Rumah Enak Banget
Inovasi ini membuktikan keahliannya menggabungkan teknik tradisional dan modern.
Chef Akira Back, lulusan International Culinary School di Colorado, telah tampil di berbagai program televisi kuliner ternama dan memiliki restoran berbintang Michelin di Seoul dan London. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






