Ahok Menilai Bisa Hidup Hemat di Jakarta, Asalkan Memiliki Penghasilan Segini

AKURAT JAKARTA - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menilai bisa hidup hemat di Jakarta, asal memiliki sejumlah penghasilan standar.
Warga Jakarta akan mudah hidup di Jakarta selama memiliki penghasilan minimal Rp 5 juta per bulan.
Padahal menurut Ahok, idealnya untuk tinggal di Jakarta paling aman adalah memiliki penghasilan Rp 5 juta - Rp 10 juta per bulan.
Sementara itu, kelompok buruh menilai jika hidup di Jakarta minimal harus memiliki penghasilan Rp 7 juta per bulan.
Baca Juga: Sebagian Besar Wilayah Jakarta Hari Ini Cerah Berawan, Jaksel dan Jaktim Hujan Ringan
"Setiap keluarga di Jakarta punya kemampuan keuangan minimal Rp 5 juta. Ideal tinggal di Jakarta itu harusnya Rp 5-10 juta. Rp 15 juta lebih bagus," kata Ahok.
Dengan rincian seperti itu, Ahok menilai jika pemerintah harus bisa menjamin setiap warga Jakarta memiliki pendapatan minimal tersebut.
Terlebih, perpindahan ibu kota ke IKN akan memiliki pengaruh bagi Jakarta.
Perpindahan tersebut menurutnya akan membuat Jakarta menjadi kota metropolitan yang besar.
Ahok berpendapat dengan adanya uang pendapatan minimal tersebut, pemerintah seharusnya bisa mengadministrasi keadilan sosial.
Ia juga menilai pemerintah harus mengevaluasi mengapa warga Jakarta masih belum bisa memiliki pendapatan minimal Rp 5 juta.
"Nah dengan adanya uang (minimal pendapatan) seperti ini, pemerintah lah yang harus mengadministrasikan keadilan sosial. Bagian mana yang membuat warga di Jakarta tidak mempunyai (pendapatan) 5 juta," ucap Ahok.
Ahok memberikan solusi kepada pemerintah, yakni dengan memberikan pelatihan kepada warga Jakarta yang belum atau tidak memiliki pekerjaan.
Ia merasa dengan solusi tersebut, bisa membuat warga Jakarta mandiri dan produktif mencari penghasilan.
Pelatihan yang dimaksud oleh Ahok seperti sertifikat ngecat, pasang keramik, pasang atap baja, hingga pasang bata.
Dengan adanya beberapa pelatihan tersebut, Ahok menilai akan membuka kesempatan bekerja.
Hal ini dikarenakan semakin besar ukuran dan kepadatan kota, maka besar pula kebutuhan warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





