Sejarah Jakarta: Benarkah Kuliner Asinan Betawi Berasal dari Akulturasi Arab dan Tionghoa?

AKURAT JAKARTA - Etnis Betawi yang banyak mendiami wilayah Jakarta memiliki sejarahnya tersendiri, salah satunya di bidang kuliner melalui asinan.
Asinan Betawi jadi salah satu kuliner favorit masyarakat Jakarta dan semakin berkembang hingga kini.
Adapun Asinan Betawi atau Asinan Jakarta sudah tercipta sejak era kolonial Belanda.
Tak heran jika Asinan Betawi menyimpan sejarah Jakarta, salah satunya adalah pendapat jika kuliner ini berasal dari akulturasi budaya Arab dan Tionghoa.
Dalam sejarahnya, Asinan Betawi ini diyakini sebagai kuliner perpaduan dua budaya tersebut.
Kerupuk mie dianggap sebagai simbol akulturasi kuliner masyarakat Tionghoa yang tinggal di Batavia kala itu.
Penggunaan ebi dalam bumbunya dinilai sebagai alasan kuat jika kuliner ini mendapat pengaruh dari budaya Tionghoa.
Sementara jika dilihat dari cara pembuatannya, kuliner ini dinilai mendapat pengaruh dari budaya Arab.
Nama Asinan Betawi sendiri berasal dari bahasa Belanda, yakni "Assinang" atau "Aijen" yang bermakna asam.
Selain itu, ada pendapat lain jika Asinan Betawi ini sengaja diciptakan oleh orang lokal untuk majikannya yang merupakan orang Belanda.
Asinan Betawi tercipta juga karena penyesuaian dengan lidah orang Eropa yang tak terlalu suka rasa pedas.
Baca Juga: Penduduk Asli Jakarta yang Kini Terpinggirkan, Bagaimana Sejarah Munculnya Orang Betawi?
Mulanya, asinan ini terdiri dari mentimun dan nanas yang disajikan dengan saus kacang.
Seiring berjalannya waktu, orang betawi mulai melakukan variasi dengan menambahkan berbagai buah dan sayur.
Tujuannya adalah untuk mendapatkan rasa yang kompleks dan tekstur dalam hidangan ini.
Asinan Betawi kemudian menjadi semakin populer dan menjadi salah satu hidangan favorit di kalangan Jakarta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





