Tradisi Lebaran Ketupat di H+7 Hari Raya Idul Fitri, Bagaimana Sejarah dan Makna Filosofisnya?

AKURAT JAKARTA - Bagaimana sebenarnya sejarah, makna, dan filosofi dari tradisi Lebaran Ketupat yang selalu dilaksanakan H+7 Hari Raya Idul Fitri.
Lebaran ketupat sendiri merupakan tradisi yang biasa dilakukan oleh umat Islam di Jawa.
Di beberapa daerah, tradisi Lebaran Ketupat ini juga dikenal dengan Riyoyo Kupat, Bakda Kupat, atau Kupatan.
Lantas bagaimana sejarah daripada tradisi Lebaran Ketupat?
Baca Juga: Bermula dari Solo, Begini Sejarah Halal Bi Halal Versi Martabak Malabar
Dipopulerkan Sunan Kalijaga
Banyak yang meyakini jika ketupat bermula dari cara Sunan Kalijaga menyebarkan agama Islam di Jawa.
Ketika menyebarkan agama Islam pada abad ke-15 dan 16, Sunan Kalijaga memakai ketupat sebagai media syiar Islam.
Saat itu menjadi masa dimana Kerajaan Demak menguasai Jawa Tengah.
Ketika itu pula setiap perayaan hari raya Islam, khususnya masa pemerintahan Raden Patah pada abad ke-15, ketupat menjadi simbolnya.
Memanfaatkan momentum tersebut, Sunan Kalijaga menggunakannya untuk media dakwah Islam di pesisir utara Jawa.
Ketupat sendiri merupakan akulturasi antara budaya Jawa dan Hindu yang kemudian dimodifikasi untuk kepentingan dakwah Islam.
Daun kelapa yang menjadi identitas masyarakat pesisir menjadi salah satu cara untuk memanfaatkannya sebagai dakwah.
Selain itu, ketupat diyakini sudah ada sejak zaman Hindu-Buddha.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Idul Fitri, Hari Raya yang Paling Dinantikan Umat Islam di Seluruh Dunia
Meski tak tercatat dalam prasasti atau sumber sejarah lainnya, tercantum jika ketupat merupakan makanan dari beras yang dibungkus dan pada masa sebelum Islam tersebut.
Berawal dari situ, ketupat menjadi simbol perayaan hari raya Idul Fitri bagi masyarakat Islam di Indonesia.
Makna Ketupat
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, ketupat menjadi kuliner wajib ketika Idul Fitri.
Selain itu, masyarakat Islam Jawa juga selalu menggunakan ketupat sebagai tradisi.
Baca Juga: Pernah Ganti Nama Sebanyak 13 Kali, Berikut Ini Sejarah Kota Jakarta
Masyarakat di Jawa dan Sunda biasanya menyebut ketupat dengan kupat.
Kupat sendiri memiliki makna dan arti yang mendalam, yakni 'ngaku lepat' atau mengakui kesalahan.
Makna lain dari ketupat atau kupat adalah 'laku papat' atau empat laku.
Empat laku ini memiliki lambang atau makna sebagai empat sisi dari ketupat.
Baca Juga: Sejarah Ngabuburit yang Berkembang Menjadi Tradisi di Bulan Ramadhan
Adapun empat sisi dari ketupat tersebut memiliki makna sebagai berikut:
- Lebaran: berasal dari kata lebar yang bermakna pintu maaf selalu terbuka lebar
- Luberan: berasal dari kata luber yang artinya melimpah dan memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan
- Leburan: berasal dari kata lebur yang berarti melebur dosa yang sudah dilalui
- Laburan: berasal dari kata kapur yang bermakna putih atau menyucikan diri
Ketupat sendiri mirip dengan lontong, hanya saja bentuknya yang kotak.
Bahannya pun bukan dari daun pisang, melainkan dari daun kelapa, nyiur, atau janur.
Janur tersebut digunakan untuk menunjukkan budaya pesisir yang banyak tumbuh pohon kelapa.
Sementara warna kuning dari janur tersebut sebagai bentuk membedakan warna hijau Timur Tengah atau merah Asia Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






