Makna Ketupat yang Menjadi Tradisi Setiap Hari Raya Idul Fitri

AKURAT JAKARTA - Ketupat memiliki makna mendalam karena menjadi sebuah tradisi ketika lebaran atau hari raya Idul Fitri.
Setiap hari raya Idul Fitri, ketupat selalu disandingkan dengan opor ayam dan sambal goreng sebagai hidangan lebaran.
Ketupat juga dinikmati ketika tradisi Lebaran Ketupat yang selalu dilaksanakan pada hari ke delapan bulan Syawal oleh masyarakat Jawa.
Lalu apa makna ketupat yang menjadi tradisi ketika hari raya Idul Fitri?
Baca Juga: Mengenal Sejarah Idul Fitri, Hari Raya yang Paling Dinantikan Umat Islam di Seluruh Dunia
Makna Ketupat
Bagi masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam, ketupat menjadi kuliner wajib ketika Idul Fitri.
Selain itu, masyarakat Islam Jawa juga selalu menggunakan ketupat sebagai tradisi.
Masyarakat di Jawa dan Sunda biasanya menyebut ketupat dengan kupat.
Kupat sendiri memiliki makna dan arti yang mendalam, yakni 'ngaku lepat' atau mengakui kesalahan.
Baca Juga: Pernah Ganti Nama Sebanyak 13 Kali, Berikut Ini Sejarah Kota Jakarta
Makna lain dari ketupat atau kupat adalah 'laku papat' atau empat laku.
Empat laku ini memiliki lambang atau makna sebagai empat sisi dari ketupat.
Adapun empat sisi dari ketupat tersebut memiliki makna sebagai berikut:
- Lebaran: berasal dari kata lebar yang bermakna pintu maaf selalu terbuka lebar
- Luberan: berasal dari kata luber yang artinya melimpah dan memberi sedekah kepada orang yang membutuhkan
- Leburan: berasal dari kata lebur yang berarti melebur dosa yang sudah dilalui
- Laburan: berasal dari kata kapur yang bermakna putih atau menyucikan diri.
Baca Juga: Sejarah Ngabuburit yang Berkembang Menjadi Tradisi di Bulan Ramadhan
Ketupat sendiri mirip dengan lontong, hanya saja bentuknya yang kotak.
Bahannya pun bukan dari daun pisang, melainkan dari daun kelapa, nyiur, atau janur.
Janur tersebut digunakan untuk menunjukkan budaya pesisir yang banyak tumbuh pohon kelapa.
Sementara warna kuning dari janur tersebut sebagai bentuk membedakan warna hijau Timur Tengah atau merah Asia Timur.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 2Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 3Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 4Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 5Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






