Jakarta

Beragam Sejarah Halal Bi Halal, Salah Satu Versinya Bermula dari Pertikaian Politik di awal kemerdekaan Indonesia.

aditia | 12 April 2024, 10:05 WIB
Beragam Sejarah Halal Bi Halal, Salah Satu Versinya Bermula dari Pertikaian Politik di awal kemerdekaan Indonesia.

AKURAT JAKARTA - Salah satu versi yang menjelaskan terkait sejarah halal bi halal adalah bermula dari pertikaian politik di awal kemerdekaan Indonesia.

Meski demikian, ada beberapa versi lain terkait sejarah halal bi halal yang kini berkembang sebagai sarana untuk saling bermaaf-maafan ketika Hari Raya Idul Fitri.

Menjadi sebuah tradisi karena halal bi halal terbentuk secara mandiri oleh sosial budaya di Indonesia.

Lalu begini sejarah halal bi halal yang bermula dari pertikaian politik di Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Sejarah Idul Fitri, Hari Raya yang Paling Dinantikan Umat Islam di Seluruh Dunia

Halal bi Halal

Beberapa sejarawan berpendapat jika tradisi halal bi halal pertama kali digagas oleh Presiden pertama Indonesia, Ir Soekarno.

Tak sendirian, Soekarno menggagas halal bi halal tersebut bersama dengan Kiai Abdul Wahab.

Hal ini didasarkan pada kondisi awal kemerdekaan Indonesia tepatnya tahun 1948 yang sistem politiknya tidak stabil.

Kondisi politik yang sangat panas saat itu sangat diperlukan untuk menurunkan tensi.

Baca Juga: Pernah Ganti Nama Sebanyak 13 Kali, Berikut Ini Sejarah Kota Jakarta

Soekarno saat itu berdiskusi dengan Kiai Abdul Wahab untuk mengatasi ketegangan tersebut.

Bertepatan dengan bulan Ramadhan, dicetuskan sebuah solusi untuk meredam politik beberapa kelompok saat itu.

Soekarno kemudian mengumpulkan tokoh-tokoh politik yang bersitegang dalam lokasi yang sama ketika lebaran.

Baca Juga: Sejarah Ngabuburit yang Berkembang Menjadi Tradisi di Bulan Ramadhan

Saat itulah digelar acara sungkem dan saling bermaaf-maafan.

Sejak saat itu, banyak lembaga negara maupun swasta mengikuti cara tersebut hingga dikenal dengan halal bi halal.

Berawal dari situlah tradisi halal bi halal ketika lebaran berkembang hingga kini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.