Sempat Menjadi Partai Besar, Bagaimana Sejarah PKI Mampu Menggaet Suara Besar di Pemilu

AKURAT JAKARTA - Sebelum dilarang pada tahun 1966, Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi salah satu yang terbesar.
Pada Pemilihan Umum (Pemilu) pertama tahun 1955, PKI mampu masuk 4 besar.
Padahal 7 tahun sebelumnya, PKI dalam masalah besar karena terlibat kudeta yang dipimpin oleh Muso di Madiun tahun 1948.
Kemudian menjadi salah satu partai dengan perolehan suara terbesar pada Pemilu 1955 merupakan prestasi bagus.
Pada tahun 1955, PKI menjadi magnet baru bagi masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah.
Salah satu wilayah yang menjadi basis suara PKI dalam Pemilu 1955 ada di Malang, Jawa Timur.
Saat itu, masyarakat banyak yang menjadi simpatisan PKI, bahkan mampu memobilisasi massa dan melakukan pertemuan massal.
PKI pernah menggelar rapat Akbar di Alun-alun Malang yang dihadiri ratusan ribu masyarakat.
Baca Juga: Ternyata Serial Attack on Titan Inspirasinya Diambil dari Sejarah
Pemimpin PKI saat itu sangat pandai menyiasati masyarakat menjelang Pemilu.
Hal ini merupakan faktor yang membuat masyarakat merasa bersimpati dan mudah direbut hatinya.
Para pemimpin PKI saat itu mau turun langsung ke wilayah, terutama menjelang pemilu.
Baca Juga: Sejarah Pemilu Pertama di Indonesia Tahun 1955: Proses dan Hasilnya
Suguhan karnaval dan pertunjukan seni membuat warga di Malang tertarik untuk mendukungnya.
Selebaran berupa propaganda juga menjadi senjata utama PKI. Hal ini memanfaatkan kelemahan masyarakat akar rumput yang belum bisa membaca dan menulis.
PKI saat itu mengusung isu kesenjangan gaji buruh pria dan wanita, kesenjangan gaji guru, dan persoalan sosial ekonomi.
Upaya ini membawa hasil cukup besar, yakni, PKI berada di peringkat 4 dalam Pemilu pertama tahun 1955.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







