Kisah Nyimas Gandasari: Panglima Perang Perempuan yang Cantik dan Sangat Sakti, Murid Sunan Gunung Jati Cirebon

AKURAT JAKARTA - Sosok Nyimas Gandasari merupakan murid perempuan Sunan Gunung Jati Cirebon yang dikenal cantik dan sangat sakti.
Petilasan Nyimas Gandasari murid Sunan Gunung Jati terdapat di daerah Panguragan, Cirebon.
Nyimas Gandasari memiliki ilmu kesaktian yang luar biasa yang susah ditandingi hasil berguru kepada Sunan Gunung Jati Cirebon.
Kesaktian luar biasa yang dimiliki Nyimas Gandasari ini menjadikannya sebagai Panglima Perang Sunan Gunung Jati Cirebon.
Memiliki sejarah yang sangat memilukan dan sejarah panjang tentang asal-usul dari sosok Nyimas Gandasari.
Inilah asal-usul Nyimas Gandasari dilansir Akurat Jakarta dari kanal YouTube Bung Fei,
Nyimas Gandasari menjadi salah satu tokoh wanita yang kisahnya diceritakan dalam banyak naskah sejarah Cirebon.
Tokoh Nyimas Gandasari di kemudian hari menjadi tokoh yang sangat terkenal, karena dipercaya menjadi Panglima Perang andalan Kesultanan Cirebon.
Nyimas Gandasari menjadi satu-satunya orang dari kalangan wanita yang menjadi panglima perang di kesultanan Cirebon.
Bukan hanya itu saja, Nyimas Gandasari juga menjadi cikal bakal berdirinya salah satu desa yaitu Desa Panguragan, Cirebon.
Baca Juga: KEHEBATAN RAJA PAJAJARAN, Prabu Siliwangi Miliki Keturunan Penyebar Islam di Tatar Pasundan
Siapa sangka kalau Nyimas Gandasari sudah menjadi piatu sejak bayi. Bahkan ibunya meninggal kala ia belum diberi nama.
Sangat memilukan perjalanan tentang kisah asal-usul dari sosok panglima perang wanita Nyimas Gandasari ini.
Berawal dari perjalanan Pangeran Walang Sungsang dan Nyimas Rara Santang untuk pergi menunaikan ibadah haji.
Dua kakak beradik putra Prabu Siliwangi ini melakukan perjalanan untuk pergi ke Makkah menunaikan ibadah haji.
Singkat cerita Pangeran Walang Sungsang dan Nyimas Rara Santang berhasil sampai ke Makkah dan menunaikan ibadah haji.
Namun Pangeran Walang Sungsang harus berpisah dengan Nyimas Rara Santang, karena adiknya harus menikah dengan Syarif Hud, penguasa Mesir saat itu.
Baca Juga: Legenda Ilmu Pelet Jaran Goyang Kuningan, Kitab Ajian Mantra Asmara
Pangeran Walang Sungsang akhirnya pulang tanpa sang adik kesayangannya Nyimas Rara Santang.
Di tengah perjalanan pulang, sebelum sampai ke Cirebon, Pangeran Walang Sungsang mampir di Kerajaan Pasai.
Dan saat Pangeran Walang Sungsang berada di Pasai, Kerajaan Pasai tengah dilanda wabah penyakit yang mematikan.
Bukan hanya rakyatnya yang terkena wabah penyakit tersebut, bahkan raja dan juga permaisurinya terkena wabah itu.
Pangeran Walang Sungsang akhirnya ikut membantu untuk membuatkan obat wabah yang melanda di negeri Pasai.
Hingga beberapa rakyat bisa berhasil selamat dari wabah penyakit yang mematikan itu. Bahkan Raja Pasai pun bisa kembali pulih karena berhasil diobati.
Namun sayang bagi permaisuri sang raja, yang saat itu sedang hamil 9 bulan, tidak berhasil diselamatkan oleh Pangeran Walang Sungsang.
Beruntung bayi yang ada dalam kandungan sang permaisuri raja Pasai bisa diselamatkan oleh Pangeran Walang Sungsang.
Bayi itulah yang kelak dikenal dengan nama Nyimas Gandasari.
Nyimas Gandasari kecil yang ditinggal wafat Ibunya itu selalu menangis. Namun anehnya, ketika ditimang Pangeran Walang Sungsang bayi ini akan terdiam.
Baca Juga: Pusaka Peninggalan Sejarah Prabu Siliwangi dan Silsilah Sunan Gunung Jati Cirebon
Melihat keanehan itu, Raja Pasai akhirnya mempercayakan Bayi Nyimas Gandasari kepada Pangeran Walang Sungsang.
Nyimas Gandasari diserahkan untuk dididik dan besarkan oleh Pangeran Walang Sungsang.
Bukan hanya itu saja, Raja Pasai mempercayai Pangeran Walang Sungsang, lantaran ia tahu kalau sang Pangeran adalah seorang putra raja.
Akhirnya bayi Nyimas Gandasari dibawa pulang ke Cirebon oleh Pangeran Walang Sungsang.
Nyimas Gandasari ketika tumbuh dewasa menjadi murid Sunan Gunung Jati, sekaligus menjadi panglima perang Kesultanan Cirebon.
Itulah sekelumit kisah tentang Nyimas Gandasari, putri dari Raja Pasai, yang dikenal sakti dan menjadi panglima perang kepercayaan Sunan Gunung Jati. (*)
Disclaimer: sejarah memiliki banyak versi yang berbeda, tidak menutup kemungkinan penuturan dalam artikel ini banyak perbedaan dengan versi lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya




