Jakarta

Fraksi Golkar Nilai WFH Kurang Efektif Atasi Polusi Udara

Mohammad Tegar Tsabitul Azmi | 22 Agustus 2023, 09:28 WIB
Fraksi Golkar Nilai WFH Kurang Efektif Atasi Polusi Udara

AKURAT.CO - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya menilai bahwa work from home sebagai salah satu langkah untuk mengatasi polusi udara di ibu kota kurang efektif.

Sebab, kata Dimaz, WFH tidak secara langsung mengurangi efek dan sumber-sumber dari polusi udara itu sendiri.

"WFH mungkin salah satu langkah cepat yang diambil Pemda DKI tetapi menurut saya untuk mengurangi polusi mungkin kurang efektif. Karena kalau WFH itu kan tidak secara langsung mengurangi efek polusi udara," kata Dimaz di Gedung DPRD DKI Jakarta. 

Baca Juga: DPRD Tolak Permohonan Pinjaman Pemprov DKI Rp 1 Triliun untuk Pembangunan RDF

"Sumber-sumber masalahnya kan tadi sudah dijelaskan, transportasi, industri, dan lain-lain. Kalau WFH itu hanya mengurangi mungkin sedikit aja," sambungnya.

Maka dari itu, Dimaz mengusulkan untuk menggalakan law enforcement atau penegakkan hukum yang dampaknya terasa bagi masyarakat, seperti uji emisi.

"Tapi kalau kita galakan yang lain tadi, misal law enforcement itu baru mungkin ada dampaknya bagi masyarakat. Karena masyarakat jadi terpaksa untuk melakukan hal yang tidak melanggar undang-undang, seperti uji emisi, mobilnya juga bagus jadi dirawat," terang Dimaz.

Baca Juga: Buka Raimuna 2023, Bupati Zaki Berharap Pramuka Memiliki Sikap dan Karakter Calon Pemimpin Masa Depan

"Karena kalau mobil motor tidak dirawat itu kan yang menyebabkan polusi. Tapi kalau tidak ada law enforcement, tentunya itu tidak akan terjadi," lanjutnya.

Kendati demikian, Dimaz menuturkan jika kebijakan WFH itu akan dicoba, boleh saja.

"Jadi WFH boleh dicoba, tapi menurut saya jangka panjangnya itu kurang efektif," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.