Atasi Polisi Udara Jakarta Semakin Buruk, Pengamat: Gubernur Harus Gila dan Nekat

AKURAT.CO - Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mendesak Pemprov DKI Jakarta agar berani mengeluarkan kebijakan ekstrem untuk menuntaskan polusi udara.
Menurut Agus perlu tindakan tidak biasa dari Gubernur DKI Jakarta dalam penanganan polusi udara yang semakin memburuk.
"Gubernur tuh harus gila, dia nekat saja. Kalau enggak nekat, enggak beres. Enggak bisa main-main kita," kata Agus Pambagio dalam diskusi Polemik dengan tema 'Solusi Polusi Jakarta, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Selasa (15/8/2023).
Baca Juga: Pemprov DKI Berlakukan Kebijakan WFH dan PJJ Mulai 28 Agustus
Selama ini, nilai Agus, isu lingkungan hidup di Jakarta, terutama soal polusi udara tidak menjadi prioritas bagi para Gubernur DKI Jakarta terdahulu.
Sebab, kata dia, jika polusi udara dijadikan prioritas maka tidak akan menimbulkan dampak besar seperti saat ini.
"Ya jelas kan gini, untuk mengurangi emisi transportasi umumnya harus koneksi dengan baik, itu belum," beber dia.
Baca Juga: Resep Masakan Lontong Lodeh, Menu Sarapan Enak Bikin Semangat
Seperti diketahui, kualitas udara di Jakarta akhir-akhir ini masuk dalam zona tidak sehat. Hal itu disebabkan karena polutan dari kendaraan bermotor.
Ditambah limbah industri di Jabodetabek. Selain itu, terdapat imbas musim kemarau yang membuat Jakarta tidak lagi ramah bagi masyarakat.
Di kesempatan lain, Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono mengungkapkan pihaknya terus berupaya mengatasi polusi udara Jakarta.
Baca Juga: Bupati Zaki dan DPRD Kabupaten Tangerang Sepakati 3 Raperda, Apa Saja?
Terbaru wacana tentang usulan 4 in 1 dari Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, yang masih dalam pembahasan.
"(Usulan) Menhub ya, lagi dibahas nanti 2 minggu lagi, masih rapat," kata Heru di Balai Kota DKI, Selasa (15/08).
Heru belum bisa merincikan, bagaimana sistem penerapan 4 in 1 nantinya apalah berbarengan dengan ganjil genap atau tidak.
"Masih dibahas, belum bisa detail seperti itu saya," terangnya.
Selain itu, ia juga tak bisa merinci efektivitas dari pemberlakuan sistem 4 in 1 ini. Sebab ini masih usulan atas upaya-upaya untuk mengatasi polusi udara dan mengatasi kemacetan di ibu kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026





