Legislator Golkar Ramly HI Kritik Dishub DKI, Sebut Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Gagal Total

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Ramly HI Muhamad, mengkritik pengelolaan transportasi di Kepulauan Seribu oleh Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Ia menyebut, pengelolaan transportasi selama ini gagal total karena menuai protes dari masyarakat.
Kritik tersebut disampaikan Ramly saat melakukan interupsi dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta terkait 4 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Legislator Golkar Ramly HI Minta Transjakarta Layani Transportasi Kepulauan Seribu Tiap 15 Menit
Ia menilai pengelolaan transportasi di wilayah kepulauan perlu mendapat perhatian serius agar pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal.
"Untuk itu memang apa yang disampaikan tadi, diserahkan kepada Transjakarta, itu profesional. Terus saya sampaikan bahwa pengelolaan transportasi selama ini dikelola oleh Dinas Perhubungan, gagal total. Protes semua masyarakat," kata Ramly.
Menurut Ramly, pengelolaan transportasi Kepulauan Seribu perlu diarahkan pada pelayanan yang mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.
Ia menilai frekuensi transportasi yang memadai menjadi salah satu hal penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah tersebut.
"Masyarakat kepulauan itu tidak usah perlu dibangun yang bagus-bagus. Sejahtera dia kalau transportasinya 15 menit sekali. 15 menit sekali," ujarnya.
Ramly juga mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Transjakarta dalam memperluas pelayanan transportasi hingga ke wilayah pinggiran.
Namun, ia mengingatkan agar kebutuhan warga Jakarta yang belum menikmati layanan transportasi gratis JakLingko juga menjadi perhatian.
"Kita setuju apa yang dilakukan DKI Jakarta, Transjakarta, untuk melayani masyarakat pinggiran. Tapi mari kita dahulukan warga Jakarta," tuturnya.
Selain persoalan transportasi, Anggota Komisi E itu menyoroti keberadaan pejabat aparatur sipil negara (ASN) yang ditempatkan di Kepulauan Seribu.
Ia menilai para pejabat tersebut perlu berbaur dan memahami kehidupan masyarakat setempat agar dapat mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi warga.
"Kita tahu bahwa semua pejabat yang ditempatkan di Kepulauan Seribu tinggal di daratan. Bagaimana dia mau tahu keluhan masyarakat kepulauan? Dia harus berbaur dengan masyarakat di sana, baru dia tahu persis keluhan rakyat Kepulauan Seribu," tukas Ramly. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





