Legislator Golkar Basri Baco Ungkap Alasan APBD Perubahan DKI 2026 Turun Jadi Rp79,59 Triliun

AKURAT JAKARTA – DPRD dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyepakati Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 menjadi sekitar Rp79,59 triliun.
Angka tersebut turun dibandingkan APBD murni 2026 yang ditetapkan sebesar Rp81,32 triliun.
Sebelumnya, nilai Raperda Perubahan APBD yang disepakati Badan Anggaran (Banggar) dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) berada di kisaran Rp79,56 triliun.
Baca Juga: Soroti Kampanye Caleg Golkar DKI Jelang Pemilu 2029, Basri Baco: Harus Aktif Turun Langsung
Kesepakatan tersebut ditetapkan melalui rapat paripurna DPRD DKI Jakarta pada Selasa (22/9/2026). Rapat dipimpin Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco.
Usai rapat, Baco menjelaskan bahwa penurunan nilai APBD Perubahan 2026 disebabkan oleh sejumlah program yang tidak dapat dijalankan.
"Memang agak turun sedikit ya, dari apa yang kita rencanakan. Beberapa hal, yang pertama karena ada beberapa program yang tidak bisa kita jalankan, karena terkait dengan beberapa hal," ujar Baco kepada wartawan.
Selain adanya program yang tidak dapat dijalankan, Baco menyebut terdapat sejumlah pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum dapat dimaksimalkan.
"Ditambah memang ada sedikit pos-pos PAD kita yang belum bisa kita maksimalkan untuk pendapatannya," katanya.
Meski anggaran mengalami penurunan, ia berharap kondisi tersebut tidak berdampak besar terhadap pelayanan dan pemenuhan hak masyarakat Jakarta.
"Moga-moga sih tidak berdampak apa-apa ya, karena turunnya tidak terlalu banyak. Moga-moga saja bisa kita tetap laksanakan dan hak-hak rakyat Jakarta bisa tetap kita penuhi," tuturnya.
Sekretaris DPD Golkar DKI itu juga meminta jajaran eksekutif segera menyelesaikan tahapan yang diperlukan setelah persetujuan APBD Perubahan 2026, sehingga seluruh aktivitas pembangunan dapat dilaksanakan hingga akhir tahun.
"Semua aktivitas pembangunan dan lain-lain segera bisa dilaksanakan sampai akhir tahun dengan target persentase penyerapan yang tinggi demi pelayanan dan pengabdian terhadap masyarakat Jakarta," tuturnya.
Sebagai informasi, Pemprov DKI sebelumnya mengajukan Perubahan APBD 2026 sebesar Rp79,59 triliun atau turun 2,13 persen dari APBD murni Rp81,32 triliun.
Pemprov menyatakan penyesuaian tersebut tetap diarahkan untuk menjaga belanja pelayanan dasar, program prioritas, bantuan sosial, dan kegiatan produktif. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







