Fraksi PSI DPRD DKI Minta Pemprov Tinjau Ulang Rencana Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

AKURAT JAKARTA – Anggota Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, meminta rencana penerbitan obligasi daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta ditinjau ulang.
Kevin mengatakan, penerbitan obligasi tidak hanya perlu dilihat dari manfaat dana yang diperoleh pemerintah, tetapi juga kewajiban yang harus ditanggung untuk mengembalikan utang tersebut.
"Ini yang juga masih menjadi plus-minus. Tentu kami memandang, khususnya dari Fraksi PSI, kita minta itu ditinjau ulang terkait dengan obligasi," kata Kevin kepada wartawan, Senin (21/9/2026).
Menurut Kevin, obligasi daerah akan menimbulkan kewajiban pembayaran dalam jangka waktu tertentu.
Ia mencontohkan, apabila obligasi diterbitkan dengan tenor tujuh tahun, maka kewajiban tersebut belum tentu selesai pada masa pemerintahan gubernur saat ini.
"Kalau obligasinya itu misalnya tujuh tahun, berarti kan ada beban yang memang belum tentu diselesaikan oleh gubernur sekarang," ujarnya.
Kevin mempertanyakan pihak yang nantinya menanggung kewajiban tersebut apabila masa pemerintahan berganti.
"Dan itu yang tanggung itu siapa? Ya, warga Jakarta," katanya.
Karena itu, Kevin menilai rencana penerbitan obligasi perlu diperhitungkan dari dua sisi.
Baca Juga: Keren! 20 Tahun Mengabdi, Kader Posyandu Asal Mauk Tangerang Ini Wakili Banten di Tingkat Nasional
Menurutnya, pemerintah tidak cukup hanya mempertimbangkan dana yang akan diperoleh, tetapi juga mekanisme pengembaliannya.
"Kalau kita bicara utang, bukan hanya uang yang didapat, tetapi bagaimana cara kita mengembalikannya," ucap Kevin.
Meski demikian, Kevin menyebut obligasi daerah dapat menjadi salah satu kebijakan yang bersifat terobosan.
Namun, ia meminta rencana tersebut dikaji lebih mendalam agar penggunaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Memang ini adalah satu kebijakan yang bisa dikatakan breakthrough, tapi tentu kami minta ini perlu dipercermati lebih jauh," tukasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!







