Legislator Golkar Judistira Hermawan Ungkap Marak TPS Ilegal di Jakarta Sudah Lama Dibiarkan

AKURAT JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta sekaligus Panitia Khusus (Pansus) Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, mengungkap adanya pembiaran terhadap titik-titik pembuangan sampah ilegal di Jakarta yang telah berlangsung dalam waktu lama.
Hal itu disampaikan Judistira saat Pansus Pengelolaan Sampah DPRD DKI Jakarta meninjau langsung TPS Cilincing Nagrak, Jakarta Utara, Rabu (2/9/2026).
Menurut Judistira, keberadaan TPS non-resmi menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam pembenahan tata kelola sampah di Jakarta. Ia menyebut kondisi tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat.
Baca Juga: Legislator Golkar Judistira Ungkap 60.000 Ton Sampah Menumpuk di Nagrak, Tingginya Capai 15 Meter
"Makanya, ini kan boleh dikatakan pembiaran yang sudah berlama-lama ya," ujar Judistira.
Meski demikian, Judistira menegaskan Pansus tidak ingin berfokus mencari pihak yang harus disalahkan atas keberadaan titik-titik pembuangan sampah tersebut.
Ia mengatakan, Pansus ingin mendorong penyelesaian persoalan pengelolaan sampah secara menyeluruh untuk kepentingan Jakarta ke depan.
"Tapi sekali lagi kita sudahlah tidak mencari apa namanya, mencari siapa yang salah, kita mau cari solusi untuk Jakarta ke depan. Ya itu aja dulu," katanya.
Dalam peninjauan ke TPS Cilincing Nagrak, Pansus juga melihat langsung aktivitas masyarakat yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Judistira mengatakan, keberadaan TPS non-resmi seperti di Cilincing Nagrak tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut kehidupan warga yang telah bergantung pada aktivitas pemilahan dan pengolahan sampah.
Anggota Komisi D itu berharap penataan yang dilakukan nantinya tidak hanya berorientasi pada penertiban, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap masyarakat yang terdampak.
Judistira juga menyebut keberadaan TPS non-resmi di Jakarta cukup banyak. Karena itu, Pansus mendorong agar penanganan di Cilincing Nagrak dapat menjadi contoh bagi lokasi lainnya.
"Saya berharap ini nanti menjadi role model untuk TPS-TPS non-resmi yang lainnya," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!





