Legislator Golkar Basri Baco Minta APBD-P 2026 Fokus Dongkrak PAD, Usul Insentif Kendaraan Listrik Dievaluasi

AKURAT JAKARTA – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Basri Baco, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai fokus utama dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2026.
Menurutnya, optimalisasi penerimaan daerah menjadi kunci agar berbagai program prioritas tetap dapat berjalan.
Baco menilai pembahasan APBD-P tidak boleh hanya berfokus pada penyesuaian belanja, tetapi juga harus mampu memperkuat kapasitas fiskal Jakarta melalui peningkatan pendapatan.
"Harapannya ada peningkatan PAD. Masih banyak program prioritas yang membutuhkan pembiayaan," kata Basri Baco dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).
Menurut dia, kebutuhan anggaran Jakarta terus meningkat, mulai dari penanganan banjir, pembangunan sekolah, pelayanan kesehatan, hingga pengelolaan sampah yang membutuhkan pembiayaan berkelanjutan.
Baco mencontohkan kebijakan pengelolaan sampah yang mulai diberlakukan pada 1 Agustus 2026.
Implementasi kebijakan tersebut, kata dia, memerlukan anggaran besar untuk pembangunan infrastruktur, penyediaan sarana pendukung, hingga sosialisasi kepada masyarakat.
"Semua itu membutuhkan anggaran. Sumbernya harus didukung peningkatan PAD," ujarnya.
Karena itu, Baco meminta Pemprov DKI mengevaluasi berbagai kebijakan yang berpotensi memengaruhi penerimaan daerah, termasuk insentif bagi kendaraan listrik.
Menurutnya, kemudahan yang diberikan kepada pemilik kendaraan listrik perlu dikaji kembali dari sisi keadilan fiskal agar tidak mengurangi kemampuan daerah membiayai pelayanan publik.
"Kalau pajaknya terlalu rendah, kurang adil," tegasnya.
Koordinator B itu mengatakan Jakarta masih membutuhkan anggaran besar untuk pembangunan sekolah, penanganan banjir, penguatan layanan puskesmas, serta berbagai program pelayanan masyarakat lainnya.
Oleh sebab itu, ia berpandangan kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi lebih tinggi dapat memberikan kontribusi lebih besar melalui kebijakan perpajakan.
"Yang punya mobil berarti orang mampu. Bisa ikut membantu masyarakat kurang mampu," tuturnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






