Jakarta

Gedung Sekolah 2 Tahun Roboh, Orang Tua Murid SDN 09 Kebayoran Lama Selatan Menangis Haru Disambangi Pramono

Laode Akbar | 24 Juli 2026, 18:36 WIB
Gedung Sekolah 2 Tahun Roboh, Orang Tua Murid SDN 09 Kebayoran Lama Selatan Menangis Haru Disambangi Pramono
Salah satu orang tua murid SDN 09 Kebayoran Lama Selatan menangis terharu usai Gubernur Pramono meninjau sekolah anaknya yang roboh (Laode/Akurat Jakarta)

AKURAT JAKARTA - Sejumlah orang tua murid SDN 09 Kebayoran Lama Selatan mengaku terharu dan bersyukur setelah Gubernur Jakarta, Pramono Anung, turun langsung meninjau sekolah anaknya yang roboh selama dua tahun.

Mereka berharap kunjungan tersebut menjadi awal percepatan pembangunan kembali gedung sekolah.

Salah satu orang tua murid kelas 5, Evi (33), mengatakan kedatangan Pramono bersama jajaran pemerintah menjadi momen yang sangat dinantikan setelah menunggu cukup lama.

Baca Juga: Pramono Bentuk Tim Investigasi Usut Robohnya SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Libatkan Dua Instansi Ini

"Harapan kami, sangat-sangat bersyukur, Alhamdulillah, bahagia, sudah enggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Jujur kami semua di sini bahagia banget atas kedatangannya Pak Gubernur, terutama, dan untuk pihak-pihak yang terkait dari kedinasan, dari Bapak Menteri, Bapak Anggota DPRD, komisaris, Wali Kota, yang saya tidak bisa sebutkan satu per satu, saya berterima kasih sekali," kata Evi kepada wartawan, Jumat (24/7/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi sekolah tersebut.

"Untuk apresiasinya, mudah-mudahan kunjungannya untuk ke depannya semoga lancar, lebih baik lagi," ujarnya.

Saat ditanya mengenai momen dirinya meneteskan air mata ketika Pramono tiba di lokasi, Evi mengaku tidak menyangka orang nomor satu di Jakarta itu datang langsung menemui para orang tua dan siswa.

"Ya... sedih, karena enggak nyangka aja sampai sejauh ini akhirnya Pak Gubernur hadir di tengah-tengah kami," tuturnya.

Meski mengakui persoalan kerusakan sekolah telah berlangsung cukup lama, Evi memilih tidak lagi membahas proses yang telah berlalu. Ia mengaku kini hanya ingin fokus pada harapan agar pembangunan sekolah segera terealisasi.

"Kalau untuk itu sudah... kita ibaratnya aku enggak mau ke belakang lagi. Intinya sekarang kami semua, apa yang kami inginkan semua terutama orang tua murid sudah tercapai, sudah bersyukur. Untuk pihak-pihak yang terkait semuanya saya ucapkan beribu-ribu terima kasih," ucapnya.

Tak lupa, Evi juga menyampaikan terima kasih kepada awak media yang turut mengawal dan memberitakan kondisi sekolah hingga mendapat perhatian pemerintah.

"Dan mohon maaf untuk teman-teman media juga terima kasih banyak sudah meliput sekolah anak-anak kita semuanya," katanya.

Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membentuk tim investigasi dan tim inventarisasi menyusul viralnya kondisi bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan yang roboh selama dua tahun sejak 2024.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengusut penyebab kerusakan gedung sekaligus mencegah kasus serupa terulang di sekolah lain.

Saat meninjau langsung SDN Kebayoran Lama Selatan 09, Jumat (24/7), Pramono mengaku menemukan indikasi persoalan pada konstruksi bangunan yang terakhir kali direnovasi pada 2011.

"Tim investigasi dan inventarisasi adalah melihat, seperti saya tadi melihat dengan gampang saja, kan tahu bahwa persoalan yang sebenarnya kerangkanya itu tidak dipersiapkan secara proper pada waktu itu, di tahun 2011 dulu. Dan itulah yang saya minta untuk tidak diulangi kembali," kata Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y