Pemprov DKI Targetkan 10.000 Bus Listrik Transjakarta, Legislator Golkar Andri Santosa Khawatir Hanya Jadi Wacana

AKURAT JAKARTA – Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, mempertanyakan keseriusan pelaksanaan program elektrifikasi armada Transjakarta.
Ia menilai realisasi kendaraan bus listrik yang masih rendah berpotensi membuat target 10.000 unit pada 2030 sulit tercapai.
Hal itu disampaikan Andri Santosa dalam rapat pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Perubahan 2026 bersama jajaran BUMD di Komisi B DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Menurut Andri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah mencanangkan target pengoperasian 10.000 kendaraan berbasis listrik sebagai bagian dari program net zero emission pada 2030. Namun, hingga pertengahan 2026 realisasinya disebut baru sekitar lima persen.
"Program net zero emission Pak Gubernur sangat bagus dengan target mengoperasikan 10.000 unit sampai 2030. Namun sekarang sudah pertengahan 2026 dan yang terserap faktanya masih kurang lebih lima persen," kata Andri.
Ia khawatir target tersebut hanya akan menjadi wacana apabila tidak dibarengi kajian yang serius dan percepatan implementasi.
"Kalau tidak dilakukan kajian yang serius, apakah target itu nanti hanya menjadi wacana kosong atau pepesan kosong saja. Kita menuju 2030 tinggal sekitar tiga setengah tahun lagi," ujarnya.
Andri meminta PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menjelaskan secara terbuka kendala yang menyebabkan lambatnya proses elektrifikasi armada. Menurutnya, hambatan bisa berasal dari sisi operator, produsen kendaraan, maupun regulasi yang berlaku.
"Apakah kendalanya ada di operator, ada di pabrik, atau ada di regulasi, itu tolong dijelaskan kepada kami," tuturnya.
Diketahui, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menargetkan total 10.000 bus listrik untuk armada Transjakarta pada 2029 mendatang.
"Bahkan target saya di tahun 2029, 10.000 bus Jakarta itu sudah bus elektrik," ujar Pramono di Putri Duyung Ancol, Jakarta Utara, Kamis (5/5/2026).
Pramono mengatakan penambahan armada secara signifikan ini bagian dari rencana transisi energi pada transportasi publik.
Ia mengakui adanya lonjakan pengguna transportasi umum yang pesat di Jakarta, terutama setelah pihaknya menggratiskan Transjakarta bagi 15 golongan masyarakat. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





