Jakarta

Dishub DKI Luncurkan Program CCTV Jakarta Takeover, Gandeng Kreator Konten Beri Imbauan Pengguna Jalan

Laode Akbar | 8 Juli 2026, 16:51 WIB
Dishub DKI Luncurkan Program CCTV Jakarta Takeover, Gandeng Kreator Konten Beri Imbauan Pengguna Jalan
Program CCTV Jakarta Takeover oleh Dishub DKI Jakarta

AKURAT JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meluncurkan program edukasi keselamatan berlalu lintas bertajuk "CCTV Jakarta Takeover".

Program ini memanfaatkan pengeras suara yang terpasang di sejumlah simpang lalu lintas untuk menyampaikan imbauan keselamatan kepada para pengguna jalan.

Pada pelaksanaan perdana, Dishub DKI menggandeng kreator konten Anastasia Putri atau Mpok Caca dan komika Yudhabrajamusti sebagai kolaborator yang menyampaikan pesan keselamatan secara langsung melalui sistem CCTV yang terhubung dengan pengeras suara di persimpangan.

Baca Juga: Gubernur Pramono Minta PS dan Sency Bangun Terowongan Penghubung Bawah Tanah, Selain Urai Macet Juga Sediakan Ruang UMKM

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan program tersebut menjadi inovasi baru dalam memberikan edukasi kepada masyarakat dengan pendekatan yang lebih dekat dan mudah diterima.

"Kami memanfaatkan speaker di simpang lalu lintas sebagai media edukasi keselamatan dengan menggandeng kolaborator agar pesan yang disampaikan lebih dekat dengan masyarakat. Harapannya, cara ini dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk lebih disiplin dan menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebiasaan bersama," kata Budi dalam keterangannya, Rabu (8/7/2026).

Saat ini, fasilitas pengeras suara telah tersedia di enam simpang lalu lintas, yakni Harmoni, Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah, Bundaran Senayan, dan Simpang Millenium.

Adapun pelaksanaan edukasi perdana oleh Mpok Caca dan Yudhabrajamusti dilakukan di Simpang Millenium, Bank Indonesia, dan Sarinah.

Dishub DKI juga berencana menambah titik pemasangan speaker di simpang lain setelah melakukan survei guna memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

Melalui program tersebut, pengguna jalan diingatkan untuk mematuhi lampu lalu lintas, berhenti di belakang garis henti, menggunakan helm dan sabuk pengaman, mengutamakan pejalan kaki, serta tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara.

Menurut Budi, program "CCTV Jakarta Takeover" merupakan bagian dari upaya membangun budaya disiplin berlalu lintas melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan masyarakat.

Pemanfaatan CCTV yang terintegrasi dengan pengeras suara juga menjadi bagian dari pengembangan sistem pengawasan berbasis teknologi untuk meningkatkan keselamatan di jalan.

"Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin berlalu lintas. Ke depan, edukasi melalui speaker di simpang lalu lintas akan terus dilakukan secara rutin oleh petugas Dinas Perhubungan sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat," ucap Budi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y