Jakarta

Kurangi Parkir Liar Ojol di Trotoar, Dishub DKI Siapkan Shelter di Perkantoran dan Kaji Relaksasi Parkir

Laode Akbar | 27 Juni 2026, 17:29 WIB
Kurangi Parkir Liar Ojol di Trotoar, Dishub DKI Siapkan Shelter di Perkantoran dan Kaji Relaksasi Parkir

AKURAT JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta tengah menyiapkan penyediaan shelter bagi pengemudi ojek online (ojol) di sejumlah kawasan strategis, termasuk gedung perkantoran, sekaligus mengkaji skema relaksasi parkir sebagai solusi mengurangi aktivitas parkir liar di trotoar.

Langkah tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan antara Dishub DKI bersama komunitas pengemudi ojek online, operator transportasi daring, operator angkutan penumpang, pengelola gedung, komunitas keselamatan berkendara, hingga kepolisian dalam upaya menciptakan lalu lintas yang lebih tertib dan aman.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaluddin, mengatakan penyediaan shelter menjadi bagian dari upaya memberikan alternatif yang lebih baik bagi pengemudi tanpa mengganggu fungsi jalan.

Baca Juga: Malam Puncak HUT Jakarta ke-499, Dishub DKI Siapkan 21 Kantong Parkir Berkapasitas 20 Ribu Kendaraan, Ini Titik Lokasinya!

"Penataan parkir perlu diiringi dengan penyediaan alternatif yang lebih baik bagi para pengemudi sehingga ketertiban di jalan dapat terwujud tanpa mengabaikan kebutuhan mereka dalam melayani masyarakat," kata Budi dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Selain pembangunan shelter, Dishub juga tengah mengkaji kemungkinan relaksasi parkir bersama operator transportasi daring dan pengelola gedung.

Skema tersebut diharapkan dapat memfasilitasi aktivitas naik dan turun penumpang tanpa harus menggunakan badan jalan yang kerap memicu kemacetan.

Menurut Budi, pembahasan lebih lanjut akan segera dilakukan dengan para pengelola gedung serta operator transportasi daring untuk mematangkan implementasi kebijakan tersebut.

"Dalam waktu dekat, akan dilakukan pembahasan dengan pihak pengelola gedung juga operator ojek online dan operator angkutan penumpang. Selain itu, juga akan ada peresmian shelter ojek online, yang merupakan hasil inisiasi bersama Grab di Wisma Kosgoro dalam waktu dekat ini," tuturnya.

Saat ini, Dishub DKI telah menyediakan shelter bagi pengemudi di Terminal Terpadu Pulo Gebang. Ke depan, konsep serupa diharapkan dapat diperluas ke berbagai kawasan gedung perkantoran di Jakarta melalui kolaborasi dengan pihak swasta.

Budi menegaskan, penyediaan shelter dan kajian relaksasi parkir merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menata ruang jalan secara lebih tertib sekaligus meningkatkan keselamatan berkendara.

Selain membahas penataan parkir, Dishub DKI bersama para pemangku kepentingan juga akan menggelar Seminar Safety Driving yang diikuti sekitar 200 pengemudi dari berbagai operator taksi dan ojek online.

Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperkuat budaya berkendara yang aman, tertib, dan saling menghormati di jalan.

"Melalui semangat kolaborasi, kami berharap berbagai solusi yang disiapkan dapat memberikan manfaat bagi semua pihak sekaligus mengembalikan fungsi jalan sebagai ruang mobilitas untuk kepentingan masyarakat," tutup Budi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y