Jakarta

Bocah Tewas Usai Jatuh ke Lubang Proyek di Tebet, Pramono Persilakan Keluarga Korban Tempuh Jalur Hukum

Laode Akbar | 29 Juni 2026, 23:30 WIB
Bocah Tewas Usai Jatuh ke Lubang Proyek di Tebet, Pramono Persilakan Keluarga Korban Tempuh Jalur Hukum
Gubernur Jakarta, Pramono Anung.

AKURAT JAKARTA – Seorang bocah berusia tiga tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terjatuh ke dalam lubang proyek pembangunan taman di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (27/6/2026) malam.

Korban sempat dievakuasi oleh petugas pemadam kebakaran sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

Bocah itu meninggal dunia saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat pada Minggu (28/6/2026).

Baca Juga: Beasiswa LPDP Jakarta Bakal Dimulai 2027, Gubernur Pramono Ungkap Syarat Khusus dan Mekanismenya

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mempersilakan keluarga korban apabila ingin menempuh jalur hukum atas peristiwa tersebut.

Pramono mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memberikan pendampingan kepada keluarga korban sejak malam kejadian, termasuk menanggung seluruh kebutuhan yang diperlukan.

"Dan tentunya Pemerintah DKI Jakarta merasa berduka dan kehilangan. Saya pada waktu malam itu juga sudah memerintahkan untuk memberikan support sepenuhnya kepada keluarga, termasuk macam-macamnya, sudah ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah DKI Jakarta," kata Pramono di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (29/6/2026).

Ia menjelaskan, lokasi kejadian merupakan proyek taman yang diinisiasi Pemprov DKI Jakarta dan dikelola melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Menurut Pramono, korban saat itu menemani ibunya berjualan teh di kawasan Manggarai. Menjelang tengah malam, anak tersebut bermain ke area proyek yang sebenarnya telah ditutup, namun di dalamnya terdapat lubang untuk pekerjaan pengecoran.

"Memang itu adalah project-nya yang diinisiasi oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk pertamanan. Jadi itu ruang untuk taman yang dikelola oleh CSR, tetapi anak tersebut masuk ke tempat itu dan kemudian meninggal setelah bisa dievakuasi oleh Gulkarmat," ujarnya.

Pramono mengatakan, apabila keluarga korban memutuskan untuk mengajukan tuntutan hukum, Pemprov DKI tidak akan menghalangi.

"Kalau kemudian keluarga melakukan penuntutan, kami persilakan karena memang kejadian itu betul-betul di luar dugaan," ucapnya.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menambahkan, sejak menerima laporan, dirinya langsung menginstruksikan jajaran pemerintah wilayah untuk mendampingi keluarga korban hingga proses pemakaman.

"Saya sudah memerintahkan kepada camat, lurah, dan sebagainya untuk ikut sampai dengan penguburan," kata Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y