Jakarta

Wagub Rano Karno Sampai Menahan Tangis Saat Paripurna HUT ke-499 Jakarta, Ternyata Ini Masalahnya

M Rahman Akurat | 22 Juni 2026, 14:27 WIB
Wagub Rano Karno Sampai Menahan Tangis Saat Paripurna HUT ke-499 Jakarta, Ternyata Ini Masalahnya
Wagub Rano Karno menahan tangis saat menyampaikan pidato di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

AKURAT JAKARTA – Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, tampak menahan tangis saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (22/6/2026).

Dalam pidatonya, Rano Karno menekankan pentingnya menjadikan momentum menuju usia lima abad Jakarta sebagai titik tolak menyiapkan masa depan kota yang lebih maju sekaligus manusiawi.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD DKI Jakarta, Rano menyampaikan bahwa perjalanan menuju usia 500 tahun Jakarta tidak hanya soal pembangunan fisik dan daya saing ekonomi, tetapi juga tentang memastikan kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh warga.

"Momentum menuju 5 abad Jakarta harus menjadi titik bagi kita semua untuk menyiapkan masa depan kota dengan lebih sungguh-sungguh. Bukan hanya masa depan yang lebih maju dan berdaya saing, tetapi juga lebih berkelanjutan dan lebih manusiawi," ujar Rano.

Baca Juga: Kenali 5 Situasi Sosial yang Diam-Diam Menguras Energi Seorang Introvert

Menurutnya, Jakarta harus mampu menghadirkan rasa aman, kesempatan, keadilan, dan harapan bagi seluruh masyarakat. Ia menggambarkan visi Jakarta sebagai kota global yang tetap berakar kuat pada sejarah dan budayanya.

"Kita ingin menjadikan Jakarta sebagai kota global nan berbudaya, kota yang menatap dunia dengan penuh percaya diri, menjadi pusat pertumbuhan, inovasi, dan peradaban. Namun tidak tercerabut dari akar sejarahnya," katanya.

Rano menegaskan, modernitas Jakarta tidak boleh menghilangkan identitas maupun kepedulian sosial.

Ia menginginkan Jakarta menjadi kota yang tidak hanya ditandai oleh gedung-gedung tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, tetapi juga oleh tingginya kepedulian terhadap sesama.

"Jakarta yang modern tapi tetap mengenal jati dirinya, kota yang tinggi gedung-gedungnya tapi juga tinggi kepeduliannya. Kota yang cepat pertumbuhannya tetapi juga luas manfaatnya," tuturnya.

Baca Juga: PWI Jaya Sukses Gelar OKK Peningkatan Angkatan ke-24 Tahun 2026, Diikuti 39 Peserta

Dalam bagian pidato yang disampaikan dengan nada emosional, Rano menekankan bahwa ukuran kemajuan sebuah kota tidak semata-mata diukur dari kemegahan infrastruktur maupun gemerlap pembangunan.

Menurutnya, keberhasilan Jakarta harus dilihat dari sejauh mana setiap anak memiliki kesempatan untuk meraih cita-cita, setiap keluarga dapat hidup layak, lansia dihormati, serta seluruh warga merasa menjadi bagian dari kota.

"Sebab ukuran kemajuan sebuah kota bukan hanya terletak pada gemerlap lampu dan megahnya bangunan, melainkan sejauh mana setiap anak dapat bermimpi, setiap keluarga dapat hidup layak, setiap lansia merasa dihormati, dan setiap warga merasa memiliki tempat di rumah besar bernama Jakarta," ujar Rano.

Terakhir, mantan Anggota DPR RI itu menyebut visi tersebut sebagai warisan yang ingin diwujudkan pemerintah dan masyarakat ketika Jakarta memasuki usia lima abad pada tahun mendatang.

Baca Juga: Gubernur Pramono Pastikan Patung Jenderal Sudirman Tak Dipindahkan, Bakal Jadi Ikon Pedestrian Deck Dukuh Atas

"Inilah Jakarta yang ingin kita wujudkan dan wariskan ketika kota ini memasuki usia 5 abad," tukasnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.