Jakarta

Gubernur Pramono Buka Peluang Kenaikan Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek, Nilai Subsidi Terlalu Besar

Laode Akbar | 5 Juni 2026, 23:09 WIB
Gubernur Pramono Buka Peluang Kenaikan Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek, Nilai Subsidi Terlalu Besar
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2)

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, membuka peluang penyesuaian atau kenaikan tarif sejumlah rute Transjabodetabek, termasuk rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.

Pramono mengatakan, evaluasi dilakukan karena beban subsidi yang diberikan pemerintah dinilai terlalu besar.

"Pada bulan-bulan ini kita akan memutuskan beberapa rute, bukan hanya Blok M ke Soekarno-Hatta, tetapi juga Transjabodetabek lainnya yang perlu penyesuaian karena memang subsidinya terlalu besar," kata Pramono di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (5/6/2026).

Baca Juga: Prediksi Skor Haiti vs Peru, 6 Juni 2026: Ujian Terakhir sebelum Pentas Dunia

Meski memberi sinyal adanya perubahan tarif, Pramono belum menjelaskan besaran penyesuaian maupun skema yang akan diterapkan.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu juga belum merinci apakah kebijakan tersebut akan berdampak pada seluruh rute Transjabodetabek atau hanya jalur tertentu.

Terkait tarif Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta, Pramono mengatakan, keputusan mengenai tarif masih dalam tahap pembahasan dan akan diputuskan dalam waktu dekat.

"Untuk tarif TJ Blok M, Transjabodetabek ya, kalau itu bukan TJ tapi Trans Jabodetabek. Segera akan kami putuskan," tukasnya.

Sebelumnya, Pramono meresmikan layanan Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta (SH2) di Terminal Blok M Jalur 6, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2026).

Pramono mengatakan, kehadiran rute ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi saat bepergian ke bandara.

"Selama ini sekitar 70 hingga 80 persen masyarakat masih menggunakan kendaraan pribadi untuk menuju bandara. Padahal, pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta mencapai lebih dari 54,9 juta orang per tahun," ujar Pramono.

Menurutnya, rute SH2 menghubungkan kawasan Blok M sebagai area Transit Oriented Development (TOD) secara langsung dengan Bandara Soekarno-Hatta melalui layanan direct service.

Dalam tahap awal, Pemprov DKI menetapkan tarif khusus sebesar Rp3.500 selama tiga bulan ke depan, terutama untuk mendukung mobilitas masyarakat menjelang Idulfitri. Setelah periode tersebut, tarif akan dievaluasi dan disesuaikan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y