Jalan Daan Mogot Ditutup Imbas Proyek Pompa, Anggota DPRD DKI William: Mitigasi Kemacetan Harus Matang!

AKURAT JAKARTA - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana, menyoroti potensi kemacetan parah akibat rekayasa lalu lintas dan penutupan sejumlah ruas Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, yang dilakukan untuk proyek pembangunan sistem tata air pompa.
Ia meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempersiapkan skema rekayasa lalu lintas secara matang mengingat Jalan Daan Mogot selama ini sudah dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di Ibu Kota.
"Tanpa adanya proyek-proyek yang mengakibatkan rekayasa lalu lintas dan penutupan-penutupan ini saja, Jalan Daan Mogot itu sudah terkenal macet. Masyarakat jadi menderita karena itu setiap kali melaluinya dari hari ke hari," kata William dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Legislator Golkar Dadiyono Soroti Mandeknya Sistem Rujukan Gawat Darurat saat Cari ICU dan HCU
Ia mengingatkan, proyek yang diperkirakan berlangsung hingga tahun depan itu berpotensi memperparah kepadatan kendaraan apabila tidak disertai mitigasi yang tepat.
"Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas dan penutupan-penutupan jalan ini harus direncanakan secara serius dan dijalankan dengan baik. Pasti akan terjadi kemacetan, maka itu harus dimitigasi agar kemacetannya tidak menjadi terlalu parah," ujarnya.
William juga mendorong Pemprov DKI meningkatkan layanan transportasi umum selama masa pengerjaan proyek berlangsung.
Menurutnya, keberadaan layanan Transjakarta dan Jaklingko di koridor Jalan Daan Mogot dapat dimaksimalkan untuk mengurangi ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi.
"Salah satunya, Pemprov DKI mungkin dapat meningkatkan frekuensi layanan transportasi umum. Di sepanjang Jalan Daan Mogot itu ada Transjakarta, kemudian ada angkot-angkot Jaklingko juga. Untuk sementara waktu pembangunannya berjalan, mungkin layanannya bisa ditambah," ucapnya.
Politikus PSI itu menilai penambahan armada dan frekuensi layanan penting agar masyarakat memiliki alternatif mobilitas di tengah rekayasa lalu lintas yang berlangsung dalam jangka panjang.
"Jangan sampai nanti warga hanya diminta untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi kalau tidak ingin macet-macetan, tetapi dari Pemprov DKI sendiri juga tidak ada solusinya," tambahnya.
Selain itu, William meminta pengerjaan proyek sistem tata air pompa tersebut diselesaikan tepat waktu agar dampak terhadap lalu lintas tidak berkepanjangan.
"Kalau memang hanya diperlukan sampai tahun depan, maka pelaksanaannya juga cukup sampai tahun depan saja. Rekayasa lalu lintas dan penutupan jalanan ini tidak dapat dilakukan terlalu lama," pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Rumania vs Wales, 7 Juni 2026: Misi Akhiri Paceklik Kemenangan
- 2Prediksi Skor Denmark vs Ukraina, 7 Juni 2026: De Rod-Hvide Bidik Kebangkitan di Odense
- 3Prediksi Skor Arab Saudi vs Puerto Rico, 6 Juni 2026: Kesempatan Falcons Kembali ke Jalur Kemenangan
- 4Prediksi Skor Georgia vs Bahrain, 5 Juni 2026: Crusaders Ingin Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
- 5Daftar 15 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Mozambik di Jabodetabek pada FIFA Matchday Hari Ini, Selasa 9 Juni 2026
- 6Prediksi Skor Yunani vs Italia, 8 Juni 2026: Ujian Berat Generasi Baru Azzurri
- 7Daftar 33 Lokasi Nobar Timnas Indonesia vs Oman di Jakarta dalam FIFA Matchday 2026 Hari Ini, Yuk Dukung Garuda!
- 8Prediksi Skor Slovakia vs Montenegro, 5 Juni 2026: Duel Sengit di Kosicka
- 9Ancol Sunset Sound: Cara Baru Menikmati Sunset di Jakarta Lewat Musik, Pantai, Kuliner, dan Staycation
- 10Dorong Pola Hidup Sehat dan Ekonomi Lokal, Bupati Tangerang Lepas Fun Run 5K Komunitas Wisata Kreatif 2026






