Jakarta

Dinkes DKI Temukan Tiga Kasus Positif Hantavirus di Jakarta, Enam Suspek Masih Dipantau

Laode Akbar | 18 Mei 2026, 12:25 WIB
Dinkes DKI Temukan Tiga Kasus Positif Hantavirus di Jakarta, Enam Suspek Masih Dipantau
Hantavirus yang disebarkan oleh tikus telah masuk Jakarta

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI mengonfirmasi tiga kasus positif hantavirus di ibu kota. Selain itu, sebanyak enam kasus suspek hingga kini masih dalam pemantauan intensif.

Hal ini disampaikan Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, usai mendampingi Gubernur Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat

Ia mengatakan pihaknya telah memperkuat kewaspadaan di seluruh fasilitas kesehatan menyusul adanya surat edaran dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Baca Juga: Pemerintah Putuskan Hari Raya Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

"Untuk update kasus hantavirus yang ada di Jakarta, sampai dengan saat ini kita masih menemukan tiga kasus positif yang kemarin sudah saya sampaikan kepada teman-teman wartawan. Tapi ada enam suspek yang masih terus kami monitor sampai dengan hari ini," kata Ani.

Menurutnya, Dinas Kesehatan telah mengeluarkan surat kewaspadaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Jakarta.

Selain itu, sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD) ditunjuk sebagai rumah sakit sentinel untuk memperketat pemantauan terhadap kasus-kasus yang mengarah pada hantavirus.

"Selain itu juga ada tim Gerak Cepat yang terus melakukan sistem kewaspadaan dini apabila memang ada peningkatan kasus yang cukup signifikan," ujarnya.

Baca Juga: Hasil GP Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Kokoh di Puncak Klasemen Rookie Moto3, Berikut Klasemen Raider Moto3

Hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus, baik melalui urine, air liur, maupun kotoran yang mengering dan bercampur dengan partikel udara lalu terhirup manusia.

Penularan juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan sekresi tikus yang terkontaminasi atau gigitan tikus.

Ani mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Warga juga diminta berhati-hati saat membersihkan area yang terdapat kotoran tikus.

"Jangan dibersihkan dalam keadaan kering. Harus disemprot dulu dengan desinfektan. Di rumah bisa menggunakan cairan pemutih sebagai desinfektan sebelum dibersihkan kotorannya," tuturnya.

Baca Juga: Pemain Leeds United Ini Masuk Target Naturalisasi Timnas Indonesia, Jadi Rebutan Tiga Negara, Siapa Paling Berpeluang?

Ia menambahkan, ventilasi ruangan harus dipastikan baik saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi untuk mengurangi risiko partikel virus terhirup.

Sebagai informasi, otoritas kesehatan dan kalangan dokter di Indonesia mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul merebaknya penyakit akibat infeksi hantavirus di kapal pesiar Eropa.

Terutama setelah dugaan kasus mulai terdeteksi di sejumlah wilayah lain termasuk Asia.

Perhatian terhadap virus zoonosis ini meningkat usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menerima laporan pada 2 Mei mengenai sejumlah penumpang kapal Belanda MV Hondius yang mengalami gangguan pernapasan berat.

Baca Juga: 5 Tempat Makan Keluarga di Jakarta Barat yang Selalu Ramai Pengunjung, Wajib Dicoba!

WHO kemudian mengumumkan pada 8 Mei bahwa sedikitnya enam dari delapan kasus suspek yang berasal dari kapal pesiar tersebut telah dipastikan positif hantavirus melalui pemeriksaan laboratorium. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.