Gubernur Pramono Siapkan 6 Paket Kebijakan Insentif Pajak Imbas Konflik Timur Tengah dan El Nino, Mencakup PBB-P2 Tahun 2026

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah menyiapkan paket kebijakan insentif pajak daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah konflik Timur Tengah dan fenomena El Nino.
Hal tersebut disampaikan Pramono dalam konferensi pers realisasi APBD triwulan pertama 2026 di Balai Kota Jakarta, Jumat (17/4/2026).
Menurutnya, dinamika geopolitik global dan potensi dampak El Nino menjadi pertimbangan utama dalam merancang kebijakan fiskal yang lebih adaptif dan kompetitif.
"Momentum ini tentunya harus diperkuat dengan kebijakan fiskal yang tepat melalui pengurangan pajak daerah. Kami sedang mengkaji itu akibat tekanan geopolitik dan pertumbuhan ekonomi yang harus tetap dijaga," ujar Pramono.
Ia menegaskan, Pemprov DKI akan mengeluarkan paket kebijakan perpajakan yang memberikan relaksasi bagi masyarakat dan pelaku usaha.
"Jakarta akan mengeluarkan instrumen yang berkaitan dengan perpajakan yang lebih kompetitif, lebih menarik, sehingga tekanan geopolitik maupun tekanan ekonomi ini bisa kita respons dengan relaksasi," katanya.
Secara khusus, Pramono menyebut kebijakan insentif tersebut akan mencakup Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun 2026 yang terdiri dari enam paket kebijakan.
"Pemerintah DKI Jakarta konsisten untuk menjaga ekonomi. Untuk itu kami akan segera mengeluarkan kebijakan baru mengenai insentif PBB-P2 tahun 2026 yang kurang lebih ada enam paket kebijakan. Mudah-mudahan ini akan membuat masyarakat semakin bergairah dan ikut memiliki Jakarta," ujarnya.
Baca Juga: Hati-Hati, 4 Kebiasaan Sehari-hari Ini Ternyata Bisa Mempercepat Penuaan
Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menambahkan, skema insentif akan bervariasi, mulai dari pembebasan hingga pengurangan pajak.
"Bagi yang dibebaskan kami akan bebaskan 100 persen, tapi bagi yang dikenakan kami akan mengurangi dan sebagainya. Itu yang akan segera kita putuskan," kata Pramono.
Diketahui, konflik geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
Laporan terbaru Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook (WEO) April 2026 menyoroti bahwa gejolak ini memicu kenaikan harga komoditas, gangguan perdagangan, serta peningkatan ketidakpastian global.
Dikutip dari World Economic Outlook IMF, Kamis (16/4/2026), Indonesia sebagai bagian dari negara berkembang tidak luput dari tekanan tersebut.
IMF menilai, negara-negara dengan ketergantungan pada impor energi dan pangan akan menghadapi dampak yang lebih besar dibanding negara maju. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 3Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya






