Jakarta

Gubernur Pramono Sebut Populasi Ikan Sapu-sapu di Perairan Jakarta Capai 80-90 Persen, Ancam Keseimbangan Biota Air

Laode Akbar | 17 April 2026, 11:15 WIB
Gubernur Pramono Sebut Populasi Ikan Sapu-sapu di Perairan Jakarta Capai 80-90 Persen, Ancam Keseimbangan Biota Air
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menunjukkan Ikan Sapu-Sapu hasil pemberantasan di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa populasi ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta telah mencapai 80 hingga 90 persen, sehingga mengancam keseimbangan biota air.

Hal ini disampaikannya saat turun langsung memimpin Operasi Pemberantasan Ikan Sapu-Sapu di Jalan Janur Elok VI, Kelurahan Kelapa Gading Barat, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (17/4/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar Pemprov DKI dalam memulihkan ekosistem sungai yang disebut sudah dikuasai spesies invasif tersebut.

Baca Juga: Prediksi Skor Brentford vs Fulham di Premier League, 18 April 2026: Misi The Bees Dekati Zona Eropa

"Langkah ini dilakukan karena keberadaan ikan sapu-sapu di sejumlah perairan Jakarta sudah sangat dominan, mencapai sekitar 80 sampai 90 persen dari populasi biota air, sehingga mengganggu kondisi ekosistem perairan," ujar Pramono di lokasi.

Menurutnya, ikan sapu-sapu bukan hanya mendominasi populasi, tetapi juga berpotensi merusak struktur bantaran sungai.

Kebiasaan spesies ini menggali dasar dan tepi sungai dinilai dapat merusak turap serta mengganggu habitat alami ikan lain.

Operasi ini digelar serentak di lima wilayah Jakarta, mulai dari Jakarta Utara hingga Jakarta Timur.

Selain di Kelapa Gading, kegiatan serupa dilakukan di Kali Anak TSI Duri Kosambi (Jakarta Barat), Kali Cideng (Jakarta Pusat), Pintu Air Outlet Setu Babakan (Jakarta Selatan), dan Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung (Jakarta Timur).

Baca Juga: Cetak Sejarah! Jakarta Jadi Tuan Rumah Pertama FIA Rallycross World Cup 2026, Gubernur Pramono: Promosikan Kota Sportainment Kelas Dunia

Pramono memastikan seluruh ikan sapu-sapu hasil tangkapan tidak akan dilepas kembali ke perairan ataupun diperjualbelikan.

Sebaliknya, ikan-ikan tersebut dimatikan dan dikubur secara higienis untuk dimanfaatkan sebagai kompos.

"Operasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan dalam pemulihan perairan Jakarta, mulai dari penanganan cepat di lapangan, pengendalian secara berkala, perbaikan kualitas air, hingga pemulihan permanen ekosistem sungai dan saluran," tegasnya.

Operasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga unsur TNI.

Baca Juga: PSSI Tunjuk David Nascimento dari Portugal Jadi Head of PSSI Academy dan Pelatih Garuda United, Ini Profilnya!

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Komandan Pusat Polisi Militer Angkatan Laut Mayjen TNI (Mar) Harry Indarto, Wali Kota Jakarta Utara Hendra Hidayat, serta Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Haeru Rahayu. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.