Jakarta

Viral! Aksi Pemalakan ke Pedagang Bakso di Tanah Abang, Gubernur Pramono: Pelaku Langsung Ditangkap!

Laode Akbar | 11 April 2026, 13:56 WIB
Viral! Aksi Pemalakan ke Pedagang Bakso di Tanah Abang, Gubernur Pramono: Pelaku Langsung Ditangkap!
Aksi premanisme ke pedagang bakso di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat (@jabodetabek.info)

AKURAT JAKARTA - Viral di media sosial aksi pemalakan disertai ancaman terhadap pedagang kaki lima di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat memicu keresahan warga.

Dalam video yang beredar, pelaku terlihat memalak pedagang hingga memecahkan mangkuk dagangan milik pedagang bakso.

Awalnya, pria bertopi tersebut mengambil setumpuk mangkuk dari gerobak bakso. Mangkuk-mangkuk itu kemudian dihantamkan satu sama lain hingga pecah satu per satu.

Baca Juga: Ratusan Petugas Gabungan Tangkap Puluhan Ikan Sapu-sapu di Kali Cideng, Warga Diimbau Tak Konsumsi

Terdengar pria tersebut berdebat dengan pedagang bakso, hingga pedagang bakso itu bahkan mempersilakan pria itu untuk memecahkan mangkuk.

Mendengar perkataan pedagang bakso, preman itu malah menantang hingga melanjutkan memecahkan mangkuk.

Pedagang bakso itu kembali mempersilakan preman tersebut dan menegaskan bahwa permintaan diduga mengenai uang akan dipenuhi pada tanggal 1.

"Kemarin kan sudah dikasih tanggal 1," ujar pedagang bakso dalam video tersebut.

Menanggapi kasus tersebut, Gubernur Jakarta, Pramono Anung menegaskan komitmennya menjaga keamanan warga hingga ke level pedagang kecil.

Pramono mengungkapkan, begitu menerima laporan adanya aksi pemalakan disertai perusakan terhadap pedagang bakso, dirinya langsung mengambil tindakan dengan menghubungi jajaran terkait.

"Saya pada saat itu juga langsung menelepon Kepala Dinas Satpol PP untuk mengambil tindakan. Yang memalak, yang memecahkan mangkok-mangkoknya langsung ditangkap dan ditahan," ujar Pramono di Lapangan Banteng, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).

Menurutnya, langkah cepat tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil yang kerap menjadi korban aksi premanisme.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu juga menegaskan bahwa keberhasilan Jakarta meraih peringkat kedua sebagai kota teraman di dunia bukan berarti bebas dari persoalan di lapangan.

Dengan jumlah penduduk lebih dari 11 juta jiwa, bahkan mencapai hampir 42 juta jika dihitung kawasan aglomerasi menurut data PBB, dinamika sosial tetap tak terhindarkan.

"Jadi itulah yang menunjukkan bahwa Jakarta dinamikanya masih ada. Yang seperti itu tentunya segera kami tindak dengan tegas," tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Ajun Komisaris Besar Polisi Dhimas Prasetyo memastikan pihaknya langsung bergerak cepat usai kejadian mencuat ke publik. Tiga orang pelaku berhasil diringkus tak lama setelah video tersebut viral.

"Berhasil membawa pelaku berjumlah 3 orang bernama TDT (26) waga Kampung Bali, DA (36) warga Kampung Bali dan OP (36) warga Kampung Bali," ujar Dhimas.

Dia merinci, aksi pemalakan itu bukan sekadar intimidasi biasa. Pelaku datang bertiga, menekan korban agar menyerahkan uang Rp300 ribu, bahkan disertai ancaman kekerasan menggunakan senjata tajam. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y