Jakarta

Lama Tak Tersentuh, Gubernur Pramono Targetkan Pengerukan Kanal Banjir Barat Rampung dalam Setahun

Laode Akbar | 10 April 2026, 15:19 WIB
Lama Tak Tersentuh, Gubernur Pramono Targetkan Pengerukan Kanal Banjir Barat Rampung dalam Setahun
Pengerukan Kali Kanal Banjir Barat (KBB)

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mempercepat pengerukan Kali Kanal Banjir Barat sebagai langkah strategis untuk menekan potensi banjir di ibu kota.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu satu tahun dan menjadi prioritas utama karena berada di titik krusial pertemuan aliran Sungai Ciliwung dan Kali Krukut.

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan lokasi pengerukan memiliki peran vital dalam sistem pengendalian banjir Jakarta.

Baca Juga: Prediksi Skor RB Leipzig vs Borussia Monchengladbach di Bundesliga, 11 April 2026: Die Rotten Bullen Incar Momentum Kandang

Selama ini, kawasan tersebut diketahui sudah lama tidak dilakukan pengerukan sehingga sedimentasi cukup tinggi.

"Ini tempat yang sangat strategis karena merupakan pertemuan antara Sungai Ciliwung dengan Kali Krukut. Sudah cukup lama tidak dilakukan pengerukan, sehingga kita akan fokus di sini kurang lebih satu tahun," ujar Pramono saat meninjau lokasi di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).

Ia menjelaskan, total sedimentasi yang akan dikeruk mencapai sekitar 178.000 meter kubik dengan panjang penanganan sekitar 3,8 kilometer.

Kondisi eksisting di lapangan juga menunjukkan adanya penyalahgunaan bantaran kali, seperti dijadikan lokasi pemancingan hingga empang.

"Karena sudah lama tidak dikeruk, beberapa pinggiran bahkan dimanfaatkan untuk pemancingan dan empang. Ini tentu akan kita tertibkan karena proyek ini tidak boleh gagal," tegasnya.

Baca Juga: Awalnya Dianggap Sehat, 7 Sayuran Ini Justru Berbahaya untuk Penderita Stroke

Pramono menekankan bahwa pengerukan ini merupakan bagian dari upaya besar Pemprov DKI dalam memperbaiki sistem aliran air di hilir.

Ia telah menugaskan Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, dan Dinas Sumber Daya Air untuk memastikan proyek berjalan sesuai target tanpa keterlambatan.

"Ini proyek prioritas. Tidak boleh gagal, tidak boleh mundur. Semua pihak terkait sudah kami tugaskan untuk bertanggung jawab penuh," katanya.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu menyebut pengerukan Kanal Banjir Barat akan terintegrasi dengan rencana normalisasi sungai, khususnya di aliran Ciliwung dan Krukut yang saat ini juga tengah dalam proses pembebasan lahan.

Baca Juga: Prediksi Skor Torino vs Hellas Verona di Serie A, 11 April 2026: Momentum Granata Perpanjang Derita Mastiffs

Dengan pengerukan tersebut, diharapkan aliran air menuju laut dapat berlangsung lebih cepat sehingga mengurangi potensi genangan saat curah hujan tinggi.

"Harapannya air bisa lebih cepat mengalir ke laut. Ini bagian dari sistem besar pengendalian banjir yang sedang kita kerjakan," tukas Pramono. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.