Jakarta

Gubernur Pramono Tegaskan Kampus IKJ Tak Dipindah ke Kota Tua, Hanya Siapkan Ruang Ekspresi

Laode Akbar | 10 April 2026, 11:44 WIB
Gubernur Pramono Tegaskan Kampus IKJ Tak Dipindah ke Kota Tua, Hanya Siapkan Ruang Ekspresi
Kawasan Kota Tua Jakarta

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tidak ada rencana memindahkan kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke kawasan Kota Tua.

Ia memastikan kebijakan pengembangan kawasan heritage tersebut tetap berfokus pada penguatan fungsi pariwisata dan pelestarian budaya, tanpa menggeser institusi pendidikan seni itu dari lokasi awalnya.

"Bahwa nanti akan ada gedung yang kami persiapkan untuk IKJ, iya. Tetapi setelah kami kaji bukan kemudian kami akan memindahkan IKJ, enggak," kata Pramono kepada wartawan, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga: Percepat Revitalisasi, Wagub Rano Karno Bakal Berkantor di Kawasan Kota Tua Mulai Bulan Depan

Menurutnya, memindahkan IKJ justru berpotensi mengganggu tujuan utama pengembangan Kota Tua sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

Kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang publik yang hidup dengan aktivitas seni dan kultural, bukan dipenuhi fungsi institusional yang bisa mengubah karakter kawasan.

Pramono menyebut, Pemprov DKI tetap akan memberikan ruang seluas-luasnya bagi para seniman, termasuk dari IKJ, untuk berekspresi di Kota Tua. Dukungan itu diwujudkan melalui penyediaan fasilitas dan ruang kegiatan seni, bukan relokasi kampus.

"Seniman-seniman akan kita kasih ruang tempat untuk berekspresi seluas-luasnya di Kota Tua," ujarnya.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Sociedad vs Deportivo Alaves di La Liga, 11 April 2026: La Real Incar Tiga Poin di Anoeta

Ia juga menyinggung bahwa pengembangan Kota Tua akan dilakukan secara bertahap dan terencana, agar tidak melenceng dari konsep awal sebagai kawasan wisata heritage yang inklusif.

"Kota Tua ini kan sebenarnya seperti Amsterdam-nya Belanda karena setipe," ucapnya.

Lebih lanjut, Pemprov DKI tengah menyiapkan konsep besar pengembangan kawasan Kota Tua, termasuk pembangunan berbasis transit atau transit oriented development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi publik seperti MRT dan KRL di masa mendatang.

Namun demikian, Pramono menekankan seluruh pembangunan akan dilakukan secara gradual dengan mempertimbangkan segmentasi pengunjung.

Mantan Sekretaris Kabinet RI itu menilai Kota Tua sebaiknya dikembangkan untuk segmen kelas menengah agar tetap inklusif dan bisa dinikmati masyarakat luas.

Baca Juga: Prediksi Skor Real Madrid vs Girona di La Liga, 11 April 2026: Los Blancos Wajib Bangkit di Bernabeu

"Menurut saya untuk Kota Tua dalam jangka panjang perencanaannya adalah untuk menengah, supaya segmentasinya menjadi lebih luas," katanya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.