Pemprov DKI Tambah Kapasitas Pompa Ancol, Atasi Banjir di 2.000 Hektar Wilayah Pesisir Utara Jakarta

AKURAT JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meningkatkan kapasitas Sistem Tata Air Rumah Pompa Ancol sebagai bagian dari upaya memperkuat pengendalian banjir di wilayah pesisir utara Jakarta.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan peningkatan kapasitas pompa tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di wilayah tangkapan air (catchment area) seluas sekitar 2.000 hektare di kawasan Ancol dan sekitarnya.
"Hari ini saya berada di sistem tata air Pompa Ancol. Di sini sebenarnya ada dua pompa, satu dikelola pemerintah pusat melalui Kementerian PU dan satu lagi dikelola Pemerintah DKI Jakarta," ujar Pramono kepada wartawan, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, pompa yang dikelola pemerintah pusat memiliki kapasitas sekitar 40.000 liter per detik. Sementara pompa milik Pemprov DKI saat ini memiliki kapasitas 15.000 liter per detik.
Namun, kapasitas pompa milik Pemprov tersebut akan ditingkatkan melalui penambahan lima unit pompa baru dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter per detik.
"Akan ditingkatkan dengan penambahan lima pompa sehingga kapasitasnya menjadi 25.000 liter per detik. Kalau ditambah dengan kapasitas yang sudah ada 15.000 liter per detik, maka totalnya menjadi sekitar 40.000 liter per detik," jelasnya.
Menurut mantan Sekretaris Kabinet RI itu, peningkatan kapasitas ini akan memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan potensi banjir di kawasan tersebut.
"Catchment area di sini kurang lebih 2.000 hektare sehingga secara signifikan akan bermanfaat untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi di daerah Ancol dan sekitarnya," katanya.
Baca Juga: Lurah Kalisari Dinonaktifkan, Buntut Aduan Warga di Aplikasi JAKI Dibalas Pakai AI
Selain peningkatan kapasitas pompa, Pemprov DKI juga meminta jajaran Dinas Sumber Daya Air untuk memastikan seluruh infrastruktur pengendali banjir dirawat dengan baik, terutama menjelang musim kemarau panjang yang diperkirakan berlangsung hingga September akibat fenomena El Nino.
Pramono juga menegaskan pentingnya keberlanjutan program normalisasi sungai sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir jangka panjang.
"Termasuk melanjutkan normalisasi sungai yang sudah diputuskan yaitu Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Mudah-mudahan ini menjadi dasar untuk melakukan pembenahan dalam persiapan menghadapi banjir di Jakarta," ungkapnya.
Sebagai informasi, Pemprov DKI Jakarta juga telah menambah kapasitas pompa mobile untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di lima wilayah kota administrasi melalui Suku Dinas Sumber Daya Air.
Baca Juga: Hati-Hati! Ini 5 Ciri Kamu Jadi Korban Gaslighting di Kantor
Pada 2025 telah ditambahkan 29 unit pompa dengan kapasitas 9,175 meter kubik per detik, sedangkan pada 2026 direncanakan penambahan 14 unit pompa dengan kapasitas 9,3 meter kubik per detik. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









