Gubernur Pramono: 72 Siswa Korban Keracunan MBG di Jaktim Mayoritas Sudah Pulih, Penyebab Pastinya Masih dalam Penyelidikan

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa sebagian besar siswa yang mengalami keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.
Kasus keracunan tersebut melibatkan SPPG Pondok Kelapa II, Jakarta Timur, yang berdampak pada siswa di empat sekolah, yakni SMA Negeri 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 07, dan SDN Pondok Kelapa 09.
Pramono mengatakan, dari total 72 siswa yang sebelumnya sempat menjalani perawatan, mayoritas kini dalam kondisi sehat setelah mendapatkan penanganan medis.
Baca Juga: Jangan Terlambat, Kenali Ciri Anak Berkebutuhan Khusus Sejak Dini
"Yang pertama, hampir semua siswa itu sudah dipulangkan ya, hampir semua, sebagian besar," kata Pramono di Pasar Gardu Asem, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).
Ia mengaku belum menerima laporan terbaru dari Kepala Dinas Kesehatan maupun Kepala Dinas Pendidikan terkait kondisi terakhir para siswa.
Namun berdasarkan perkembangan sebelumnya, kondisi mereka terus membaik.
"Pagi ini saya belum mendapatkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan maupun Kepala Dinas Pendidikan. Tapi dari jumlah 72 siswa yang pada waktu hari Sabtu saya juga ikut melihat secara langsung di Rumah Sakit Duren Sawit, sekarang ini hampir semuanya sudah sehat kembali," ujarnya.
Baca Juga: Sering Diabaikan, Ini 5 Kesalahan Parkir Mobil yang Bisa Berakibat Fatal
Pramono juga menyampaikan bahwa pihaknya akan kembali memastikan perkembangan terbaru kasus tersebut, termasuk hasil pemeriksaan lab terkait penyebab keracunan.
"Mengenai posisi terakhir terus terang saya akan cek kembali, tetapi yang jelas kalau melihat perkembangan mudah-mudahan semuanya sudah kembali," katanya.
Terkait penyebab dugaan keracunan, mantan Sekretaris Kabinet RI itu menyebut hal tersebut menjadi kewenangan pihak penyelenggara program MBG.
Namun, berdasarkan dialognya dengan para siswa saat menjenguk mereka, terdapat dugaan makanan tertentu menjadi pemicu.
"Dan mengenai potensi dari apa yang menyebabkan keracunan, tentunya ini kewenangan MBG. Tetapi semua anak pada waktu itu ketika berdialog dengan saya mereka mengatakan bahwa kemungkinan besar ini dari spageti," ucapnya.
Baca Juga: Idul Adha 2026 Diprediksi Jatuh pada Akhir Mei, Potensi Libur Panjang Lagi
Sebelumnya, Gubernur Pramono Anung meninjau langsung penanganan siswa yang keracunan makanan MBG di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu (4/4/2026).
Ia memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan penanganan kesehatan secara cepat dan optimal kepada seluruh siswa terdampak.
"Kami bergerak cepat untuk memastikan kondisi para siswa yang terdampak segera tertangani dengan baik. Hingga saat ini, jumlah korban yang dirawat di tiga rumah sakit, yaitu RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum, tercatat sebanyak 72 orang. Ada beberapa yang sempat datang, tetapi tidak perlu dirawat dan sudah diperbolehkan pulang," ujarnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









