Jakarta

Usai Viral Zebra Cross Pac-Man, Pemprov DKI Bangun Lima Titik Penyeberangan Baru di Jalan Soepomo Pancoran

Laode Akbar | 31 Maret 2026, 15:11 WIB
Usai Viral Zebra Cross Pac-Man, Pemprov DKI Bangun Lima Titik Penyeberangan Baru di Jalan Soepomo Pancoran
Zebra cross "pac-man" di kawasan Jalan Soepomo, Pancoran, Jakarta Selatan yang dicat warga

AKURAT JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga (DBM) membangun lima titik zebra cross baru di Jalan Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, usai viralnya zebra cross "Pac-Man" yang dibuat oleh inisiatif warga.

Di mana, sebelumnya fasilitas penyeberangan di kawasan tersebut sempat tidak tersedia akibat proyek peningkatan jalan dan trotoar.

Empat titik zebra cross bahkan dijadwalkan mulai dikerjakan pada Senin (30/3) malam sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki sekaligus merespons kebutuhan mobilitas warga di kawasan padat tersebut.

Baca Juga: Jakarta Festive Wonder Ramadan dan Idulfitri 2026 Cetak Transaksi Rp67,5 Triliun, Gubernur Pramono: Rekor Luar Biasa

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengatakan pembangunan kembali zebra cross ini diharapkan dapat menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib.

"Kami berharap kehadiran zebra cross ini dapat mendukung mobilitas warga yang lebih aman dan tertib, sekaligus memperkuat budaya saling menghormati di jalan," ujar Heru di Jakarta, Senin (30/3/2026).

Heru menjelaskan, hilangnya marka zebra cross sebelumnya terjadi karena kegiatan pemeliharaan berkala jalan serta pembangunan dan peningkatan trotoar pada akhir 2025. Proses pengaspalan ulang menyebabkan marka lama tertutup lapisan aspal baru.

Selain itu, tingginya curah hujan juga menjadi salah satu faktor yang menghambat percepatan pemasangan kembali marka jalan tersebut.

Menurutnya, pemasangan zebra cross tidak bisa langsung dilakukan setelah pengaspalan karena material thermoplastic yang digunakan membutuhkan kondisi jalan yang benar-benar kering agar dapat menempel sempurna dan tahan lama.

"Perlu diketahui, pemasangan kembali marka jalan tidak dapat dilakukan secara langsung setelah pengaspalan. Material marka thermoplastic memerlukan kondisi permukaan jalan yang telah melalui masa pengeringan optimal agar dapat melekat dengan baik serta memiliki daya tahan maksimal," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Heru juga mengapresiasi inisiatif warga yang sempat mengecat jalan secara mandiri untuk dijadikan zebra cross sementara demi keselamatan penyeberang jalan.

Ia menilai langkah tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan di ruang publik.

Ke depan, Dinas Bina Marga akan menata ulang titik-titik zebra cross swadaya tersebut secara bertahap agar sesuai dengan standar teknis yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan kondisi eksisting di lapangan. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Laode Akbar
Y