Apresiasi Progres MRT Fase 2A Lebihi Target Awal, Legislator Golkar Andri Santosa Ingatkan Potensi Keterlambatan Operasional

AKURAT JAKARTA - Sekretaris Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Andri Santosa, mengingatkan potensi keterlambatan operasional proyek MRT Jakarta Fase 2A apabila progres sistem perkeretaapian tidak segera dipercepat.
Hal tersebut disampaikannya dalam rapat evaluasi BUMD bersama Komisi B DPRD DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.
Andri mengapresiasi capaian konstruksi proyek MRT Fase 2A yang secara keseluruhan telah mencapai 58,89 persen pada akhir 2025, melampaui target awal sebesar 53,29 persen.
Baca Juga: Rayakan Lebaran Idulfitri 2026 di Jakarta, Gubernur Pramono Gratiskan Transjakarta, MRT, dan LRT
Namun ia mengingatkan adanya ketimpangan progres antara pembangunan fisik dan kesiapan sistem operasional kereta.
"Secara konstruksi memang over target, tapi untuk sistem rel dan rangkaian kereta progresnya masih sekitar 31 persen. Ini harus jadi perhatian karena bisa menjadi hambatan operasional," ujar Andri.
Ia menyoroti Contract Package (CP) 205 yang mencakup sistem rel serta CP 206 terkait pengadaan rangkaian kereta yang dinilai masih tertinggal dibandingkan progres konstruksi sipil yang sudah mendekati tahap akhir.
Menurutnya, keterlambatan pada sistem perkeretaapian secara historis kerap menjadi faktor utama mundurnya jadwal operasional proyek transportasi berbasis rel, meskipun pembangunan fisik telah selesai.
"Jangan sampai nanti konstruksi fisiknya sudah selesai, tapi sistemnya justru belum siap sehingga menghambat pembukaan layanan," katanya.
Andri juga menyinggung jadwal pengadaan CP 207 terkait sistem pembayaran yang baru direncanakan berkontrak pada Mei 2026.
Anggota Komisi B itu menilai waktu integrasi sistem menjadi cukup sempit apabila target operasional tetap ditetapkan pada 2027.
Karena itu, ia meminta manajemen MRT Jakarta memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal agar target operasional tidak mengalami kemunduran.
"Nah bagaimana nanti supaya target operasional 2027 ini bisa dipastikan tidak mundur. Karena waktunya menurut saya cukup sempit," tegasnya.
Diketahui, pembangunan Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) Fase 2A yang membentang dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Jakarta Kota telah mencapai sebesar 58,89% per Desember 2025.
Capaian tersebut melampaui target yang sebelumnya ditetapkan, yakni sekitar 53,29%.
Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta, Weni Maulina mengungkapkan bahwa pengerjaan Fase 2A terbagi ke dalam tiga paket pekerjaan.
Dengan rincian CP201 yang mencakup rute Bundaran HI–Monas, CP202 dari Harmoni hingga Mangga Besar, serta CP203 yang menghubungkan Glodok dengan Jakarta Kota. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









