Amankan Masa Mudik hingga Libur Lebaran Idulfitri 2026, Satpol PP DKI Siagakan 1.790 Personel per Hari

AKURAT JAKARTA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta menyiagakan sebanyak 1.790 personel setiap hari untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama periode mudik hingga libur Lebaran 2026.
Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, ribuan personel tersebut disebar ke seluruh wilayah Jakarta dengan sistem penugasan bergantian guna memastikan pengawasan berjalan selama 24 jam.
"Kalau kita (Satpol PP) setiap hari menerjunkan personel sekitar 1.790 personel, nanti secara berjenjang kan berganti-gantian untuk melaksanakan pengamanan keamanan," ujar Satriadi dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga: Pentingnya Pembatasan Medsos bagi Anak, Menjaga Matangnya Fungsi Otak
Ia menjelaskan, langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama masa mudik, terutama karena banyak rumah warga yang ditinggalkan kosong oleh pemiliknya.
Untuk itu, Satpol PP juga menginstruksikan jajaran di tingkat wilayah, khususnya Satuan Tugas (Satgas) kelurahan, agar memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat serta aparat keamanan.
"Tadi yang saya sampaikan, arahan kepada para jajaran, terutama di tingkat wilayah, terutama Kasatgas kelurahan, untuk segera berkoordinasi dengan Pak Lurah, TNI, Polri, termasuk juga Pak RT dan Pak RW, untuk melaksanakan woro-woro atau sosialisasi kepada masyarakat agar meninggalkan rumah dalam keadaan aman," jelasnya.
Selain pengamanan oleh petugas, masyarakat yang akan mudik juga diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan memberitahukan rencana keberangkatan mereka kepada pengurus lingkungan sekitar.
"Kalau bisa memang dititipkan, diinformasikan kepada lingkungan sekitar kalau memang sedang mudik," kata Satriadi.
Ia menuturkan, Satpol PP juga akan meningkatkan intensitas patroli di kawasan permukiman maupun titik-titik keramaian selama masa libur Lebaran.
Patroli tersebut tidak hanya dilakukan secara rutin, tetapi juga difokuskan pada upaya memastikan kondisi keamanan wilayah.
"Mungkin patrolinya yang tadinya cuma sekali bisa dua kali atau tiga kali. Patrolinya juga memang harus berkualitas, jangan hanya sekadar lewat, tapi menyapa dan melihat bagaimana kondisi keamanan di sekitarnya," ujarnya.
Selain kawasan permukiman, lanjutnya, pengawasan juga difokuskan pada area wisata dan pusat keramaian yang diperkirakan akan mengalami peningkatan jumlah pengunjung setelah Lebaran.
"Kita harus hadir di situ untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung wisata," tegas Satriadi. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






