Jakarta

Gubernur Pramono Larang Rumah-Rusun Baru Pakai Atap Seng, Stafsus Chico Hakim Beberkan Alasannya

Sastra Yudha | 5 Februari 2026, 10:25 WIB
Gubernur Pramono Larang Rumah-Rusun Baru Pakai Atap Seng, Stafsus Chico Hakim Beberkan Alasannya

AKURAT JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta rumah hingga rumah susun (rusun) baru tidak lagi menggunakan atap seng.

Selain karena sesuai dengan arahan Presiden Prabowo, ternyata ada alasan tersendiri di balik larangan penggunaan atap seng tersebut.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Publik, Chico Hakim, membeberkan alasan Gubernur Pramono melarang penggunaan seng untuk atap rumah ataupun bangunan lainnya.

Baca Juga: Akhir Pekan Makin Seru, Ini 8 Tempat Nongkrong Paling Asik di Jakarta Pusat

Chico Hakim pun menegaskan bahwa larangan penggunaan atap seng tersebut, saat ini masih berupa arahan internal untuk dinas dan instansi terkait. Belum bersifat umum.

"Saat ini, arahan ini masih berupa perintah internal dari Gubernur untuk pembangunan hunian baru milik Pemprov DKI Jakarta. Kebijakan operasional yang akan ditindaklanjuti oleh dinas terkait," ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).

Chico Hakim pun membeberkan alasan Gubernur Pramono melarang penggunaan seng untuk atap rumah rusun (rusun) atau bangunan baru lainnya yang dibangun Pemprov DKI.

Pertama, karena penggunaan seng untuk atap bangunan secara estetika mengganggu keindahan kota.

"Gubernur Pramono menyatakan bahwa atap seng sudah tidak sesuai lagi untuk hunian yang dibangun oleh pemerintah, terutama di Jakarta yang ingin lebih tertata, aman, sehat, dan indah," katanya.

Baca Juga: Jangan Lupa! Nonton Semifinal Futsal Piala Asia 2026 Antara Indonesia vs Jepang Nanti Malam, Berikut Link Live Streamingnya

Kedua, Chico menyebutkan bahwa penggunaan seng untuk atap rumah akan memengaruhi kesehatan dan kenyamanan penghuninya.

"Secara spesifik, seng dinilai mudah berkarat, membuat ruangan panas bagi penghuni, dan kurang baik untuk kesehatan," ucapnya.

Chico mengatakan, penggunaan genteng sebagai pengganti seng juga bisa membuat hunian lebih sejuk. "Kalau genteng kan dari tanah, jadi lebih sejuk lah," kilahnya.

Chico yakin, larangan penggunaan seng untuk atap ini tidak berdampak signifkan. Sebab, menurut dia, penggunaan seng di Jakarta tidak terlalu dominan.

"Di Jakarta penggunaan seng memang tidak terlalu dominan, jadi transisi ini diharapkan lebih mudah," ujarnya.

Baca Juga: Cara Pakai Message Automation dan Pengaruhnya pada Layanan Pelanggan

Sebelumnya, Gubernur Pramono menegaskan bahwa rusun baru yang dibangun Pemprov DKI tidak boleh lagi menggunakan atap asbes ataupun seng.

Kebijakan tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto terkait program 'gentengisasi'.

"Tentunya DKI Jakarta akan menindaklanjuti apa yang menjadi arahan Bapak Presiden," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026) kemarin. (*)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.