Banyak Pasar Rakyat Mangkrak, Legislator Golkar Judistira Hermawan Desak Evaluasi Total Konsep Pembangunan

AKURAT JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap konsep revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat.
Menurutnya, pendekatan pembangunan pasar tidak semata soal perbaikan bangunan fisik, tetapi juga mencakup pengelolaan, penguatan kearifan lokal, serta integrasi pasar dengan sektor lain seperti pertanian dan pariwisata.
Judistira menilai banyak pasar yang justru mangkrak setelah dibangun karena mengabaikan pedagang lama dan kebutuhan masyarakat setempat.
"Konsep revitalisasi pasar perlu dilihat kembali, karena belum semuanya menjawab persoalan di lapangan," ujar Judistira dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).
Ia menekankan pentingnya integrasi pasar rakyat dengan rantai pasok pertanian dan potensi wisata daerah.
Menurutnya, berbagai terobosan kreatif pemerintah daerah patut dijadikan contoh untuk memperkuat daya saing pasar tradisional menghadapi pasar modern.
Baca Juga: Prediksi Skor Torino vs Lecce di Serie A, 1 Februari 2026: Duel Tim Papan Bawah
Judistira mengutip hasil survei AC Nielsen yang menunjukkan penurunan jumlah pasar rakyat di Indonesia.
Pada 2007 tercatat 13.550 unit, berkurang menjadi 13.450 unit pada 2009, dan merosot hingga 9.950 unit pada 2011. Sementara itu, pertumbuhan pasar modern terus meningkat signifikan.
"Pertumbuhan pasar rakyat minus 8 persen. Sedangkan pasar modern tumbuh 34,4 persen," kata Judistira.
Anggota Komisi D itu juga menyoroti banyaknya pelaku usaha kecil dan industri rumahan yang tidak memiliki akses pasar.
Karena itu, ia berharap revitalisasi pasar rakyat dapat memberikan ruang bagi pelaku IKM untuk berkembang.
Selain itu, Judistira mengingatkan bahwa sebagian pemerintah daerah masih memberikan izin pasar modern yang berdiri berdekatan dengan pasar rakyat sehingga memperlemah daya saing pedagang kecil.
"Ke depan, fungsi pasar sebagai barometer harga pangan pokok, serta rumah budaya dan rumah ekonomi orang kecil perlu terus dihidupkan," pungkas Judistira. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Mampukah The Yellow Canaries Raih Kemenangan di Kandang Sendiri?
- 2Prediksi Skor Levski Sofia vs AEK Athens di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Momentum Tuan Rumah Jadi Ancaman Juara Liga Yunani
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Playoff UCL, 19 Agustus 2026: Tuan Rumah Punya Rekor Impresif
- 7Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 8Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





