Jakarta

Banyak Pasar Rakyat Mangkrak, Legislator Golkar Judistira Hermawan Desak Evaluasi Total Konsep Pembangunan

Yasmina Nuha | 1 Februari 2026, 11:57 WIB
Banyak Pasar Rakyat Mangkrak, Legislator Golkar Judistira Hermawan Desak Evaluasi Total Konsep Pembangunan

AKURAT JAKARTA - Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Judistira Hermawan, menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap konsep revitalisasi dan pembangunan pasar rakyat.

Menurutnya, pendekatan pembangunan pasar tidak semata soal perbaikan bangunan fisik, tetapi juga mencakup pengelolaan, penguatan kearifan lokal, serta integrasi pasar dengan sektor lain seperti pertanian dan pariwisata.

Judistira menilai banyak pasar yang justru mangkrak setelah dibangun karena mengabaikan pedagang lama dan kebutuhan masyarakat setempat.

Baca Juga: Apresiasi RTH Pulau Penggilingan, Legislator Golkar Judistira Ingatkan Risiko Banjir dan Optimalisasi Kolam Retensi

"Konsep revitalisasi pasar perlu dilihat kembali, karena belum semuanya menjawab persoalan di lapangan," ujar Judistira dalam keterangannya, Jumat (30/1/2026).

Ia menekankan pentingnya integrasi pasar rakyat dengan rantai pasok pertanian dan potensi wisata daerah.

Menurutnya, berbagai terobosan kreatif pemerintah daerah patut dijadikan contoh untuk memperkuat daya saing pasar tradisional menghadapi pasar modern.

Baca Juga: Prediksi Skor Torino vs Lecce di Serie A, 1 Februari 2026: Duel Tim Papan Bawah

Judistira mengutip hasil survei AC Nielsen yang menunjukkan penurunan jumlah pasar rakyat di Indonesia.

Pada 2007 tercatat 13.550 unit, berkurang menjadi 13.450 unit pada 2009, dan merosot hingga 9.950 unit pada 2011. Sementara itu, pertumbuhan pasar modern terus meningkat signifikan.

"Pertumbuhan pasar rakyat minus 8 persen. Sedangkan pasar modern tumbuh 34,4 persen," kata Judistira.

Anggota Komisi D itu juga menyoroti banyaknya pelaku usaha kecil dan industri rumahan yang tidak memiliki akses pasar.

Karena itu, ia berharap revitalisasi pasar rakyat dapat memberikan ruang bagi pelaku IKM untuk berkembang.

Selain itu, Judistira mengingatkan bahwa sebagian pemerintah daerah masih memberikan izin pasar modern yang berdiri berdekatan dengan pasar rakyat sehingga memperlemah daya saing pedagang kecil.

"Ke depan, fungsi pasar sebagai barometer harga pangan pokok, serta rumah budaya dan rumah ekonomi orang kecil perlu terus dihidupkan," pungkas Judistira. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Y
Reporter
Yasmina Nuha
Y