Dukung Pencabutan Bansos bagi Keluarga Pelaku Tawuran, Legislator Golkar Farah Savira: Harus Ada Efek Jera

AKURAT JAKARTA - Anggota Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta, Farah Savira, mendukung terhadap kebijakan pencabutan bantuan sosial (bansos) bagi keluarga pelaku aksi tawuran.
Menurutnya, langkah tersebut diperlukan sebagai bentuk efek jera sekaligus upaya menekan maraknya aksi tawuran di Ibu Kota.
Farah mengatakan, pemberian sanksi tegas penting dilakukan agar anak-anak dan pemuda yang terlibat tawuran tidak mengulangi perbuatannya.
Baca Juga: Legislator Golkar Alia Laksono Minta SKPD Lebih Transparan Soal Realisasi Aspirasi Reses 2025
Salah satu bentuk sanksi yang dinilai relevan adalah dengan tidak memberikan bantuan sosial, baik kepada pelaku maupun keluarganya.
"Sudah menjadi kesepakatan bahwa harus ada efek jera bagi anak-anak dan pemuda-pemudi yang terlibat tawuran. Salah satunya dengan tidak diberikan bantuan sosial, termasuk dalam akses bantuan pendidikan," ujar Farah kepada Akurat Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Ia menilai kebijakan tersebut sudah pantas dan layak diterapkan, mengingat masih banyak masyarakat lain yang benar-benar membutuhkan bantuan sosial dan tidak memiliki catatan pelanggaran sosial seperti tawuran.
Baca Juga: Golkar Minta Bulog Perkuat Sistem Ketahanan Pangan di Wilayah Rawan Bencana
"Kita tidak ingin membiarkan pelaku tawuran tetap menerima bantuan sosial, sementara di sisi lain masih banyak warga yang membutuhkan dan tidak terlibat masalah seperti itu," katanya.
Meski demikian, Anggota Komisi E itu menekankan bahwa penerapan kebijakan pencabutan bansos harus dilakukan secara selektif dan terukur.
Pemerintah diminta memastikan pendataan dilakukan dengan jelas agar kebijakan tersebut tidak berdampak luas dan merugikan pihak yang tidak terkait.
"Yang paling penting penerapannya harus adil. Jangan sampai semua pihak terkena dampaknya tanpa kejelasan. Prinsipnya adalah memberikan efek jera, tapi tetap terpetakan dengan baik," pungkasnya.
Diketahui, aksi tawuran antarwarga kembali terjadi di Kelurahan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (2/1/2026).
Aksis Tawuran tersebut pecah pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB di terowongan Manggarai.
Tak hanya di Manggarai, sejumlah wilayah Jakarta lainnya seperti Klender dan Ciracas juga terjadi tawuran dalam beberapa waktu lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





