Ada 2 Opsi Rute Utama LRT Jakarta, Gubernur Pramono Akan Putuskan Pengembangan Rute Lanjutan Pekan Depan

AKURAT JAKARTA - Gubernur Jakarta, Pramono Anung, akan segera mengambil keputusan terkait pengembangan rute lanjutan LRT Jakarta pada pekan depan.
Keputusan ini akan menentukan arah perluasan layanan LRT Jakarta yang saat ini dinilai belum optimal, karena panjang lintasannya yang masih pendek.
Pramono mengungkapkan, setidaknya ada dua opsi rute utama yang tengah dikaji Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Baca Juga: Jangan Lupa, Konser Denny Caknan Hari Ini di Singphoria SKJ Ultimate Jambi
“Sehingga dengan demikian, untuk ke depan apakah akan diputuskan dari Pegangsaan sampai dengan Manggarai diteruskan ke Dukuh Atas, ataukah rute baru dari Velodrome ke Tanjung Priok, kemudian ke JIS, Ancol, dan seterusnya,” ujar Pramono kepada wartawan, Jumat (5/12/2025).
Ia menegaskan pentingnya keputusan yang cepat untuk memaksimalkan manfaat transportasi publik ini.
"Minggu depan dalam rapat saya akan segera putuskan. Karena memang enggak boleh terlalu lama," imbuhnya.
Saat ini, kata Pramono, LRT Jakarta beroperasi dengan rute pendek sepanjang sekitar 6 kilometer dengan 6 pemberhentian. Namun, proyek perpanjangan dari Velodrome ke Manggarai (Fase 1B) sedang berjalan.
"Memang yang sekarang LRT-nya baru pendek sekitar 6 kilometer, ada 6 pemberhentian. Tetapi akan nambah 5 pemberhentian lagi sampai dengan Manggarai. Kalau total sampai Manggarai kurang lebih 12 kilometer," jelas Pramono.
Baca Juga: Debut Layar Lebar! Lisa BLACKPINK Bintangi Film Aksi Thriller Netflix 'TYGO' Bareng Don Lee
Dengan selesainya perpanjangan hingga Manggarai, total panjang lintasan LRT akan mencapai 12 kilometer dengan 11 pemberhentian. Pramono meyakini langkah ini akan mendongkrak jumlah penumpang secara signifikan.
"Dan kalau sampai dari Velodrome atau dari Pegangsaan sampai dengan Manggarai, totalnya 12 kilometer, 11 pemberhentian, saya yakin pasti akan naik secara signifikan," katanya.
Politikus PDIP itu juga mengakui bahwa pengoperasian LRT yang sudah dilakukan saat ini merupakan langkah yang terpaksa diambil untuk mencegah aset infrastruktur menjadi terbengkalai.
"Memang seharusnya ketika dibangun tidak langsung kemudian dioperasikan. Tetapi kan apa pun, supaya tidak terjadi idle ini dioperasikan," tukasnya.
Proyek pembangunan LRT Jakarta Fase 1B yang menghubungkan Velodrome dengan Manggarai sepanjang 6,4 kilometer menunjukkan kemajuan signifikan dan ditargetkan beroperasi pada Agustus 2026.
Baca Juga: Kemenhut Cabut Izin 750 Ribu Hektare Hutan Imbas Gelondongan Kayu yang Terseret Banjir
Sebagai informasi, Project Director LRT Jakarta Fase 1B Ramdani Akbar mengatakan, pengerjaan konstruksi saat ini tengah memasuki fase penyelesaian infrastruktur utama di titik-titik rawan, seperti di atas Tol Wiyoto Wiyono, simpang Matraman, dan Manggarai.
Seluruh pengerjaan jembatan atau viaduct ditargetkan rampung pada awal 2026 mendatang.
"Target penyelesaian jembatan di Manggarai ada di kuartal I 2026. Setelah kita masuk pekerjaan testing dan commissioning sekitar bulan April-Agustus 2026," ujar Ramdani. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









