Menteri Purbaya Blak-blakan: Demo Besar-besaran Terakhir Bukan Soal Politik, Tapi Dipicu 'Ekonomi yang Memburuk Terus-Menerus'

AKURAT JAKARTA - Pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Keuangan, Purbaya, yang berpotensi membelokkan seluruh diskusi publik mengenai akar penyebab gejolak sosial dan demonstrasi besar-besaran beberapa waktu lalu yang terjadi sebelum ia menjabat.
Purbaya secara tegas menyatakan bahwa akar masalah di balik gerakan massa tersebut bukanlah semata-mata dinamika atau kekacauan politik. Sebaliknya, menurutnya, penyebab utama yang mendorong jutaan orang turun ke jalan adalah kondisi ekonomi rakyat yang terus tertekan.
Baca Juga: Anggota DPRD dari Golkar Andri Santosa Serap Empat Aspirasi Krusial Warga Kalideres Jakbar
Purbaya menyampaikan pandangan fundamental ini dalam sebuah sesi wawancara khusus, pada Jumat (31/10/2025), di mana ia menjelaskan bahwa opini dan pandangan publik seringkali terlalu cepat menarik isu-isu semacam itu ke ranah politik.
Padahal, sebagai seorang ekonom yang memahami data dan dampak riil di masyarakat, ia memiliki perspektif yang sama sekali berbeda dan lebih mendalam. Purbaya melihat fenomena demonstrasi bukanlah sebagai gejala politik, melainkan sebagai puncak dari penderitaan ekonomi yang menumpuk dari waktu ke waktu.
Pernyataan blak-blakan ini tentu menantang narasi yang selama ini beredar luas. Mengenai kecenderungan publik untuk selalu melihat masalah dari kacamata politik, Purbaya menyampaikan, "Itu orang nariknya selalu ke politik karena politiknya kacau dan lain-lain. Tapi kalau sebagai ekonom saya lihat itu semua tergirnya dari kondisi ekonomi yang memburuk terus-menerus sebetulnya," ujarnya, dikutip pada Rabu (05/11/2025).
Penggalan wawancara yang tegas ini, dilansir dari Channel Youtube CNN Indonesia, menjadi penegasan yang lugas bahwa ada faktor pendorong yang lebih mendasar dari sekadar pertarungan kekuasaan. Sudut pandang ini secara langsung menempatkan kinerja ekonomi di masa lalu sebagai biang keladi utama dari keresahan sosial dan politik yang memuncak saat itu.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Siap Bertanggung Jawab Penuh Atas Proyek Whoosh
Lebih lanjut, Purbaya merinci bagaimana kemerosotan ekonomi secara berkelanjutan pada akhirnya diterjemahkan menjadi kesulitan riil yang dirasakan langsung di tingkat masyarakat. Ketika roda perekonomian tersendat tanpa solusi yang berarti, efek domino kemiskinan dan kesulitan hidup menjadi tak terelakkan.
Purbaya percaya, ketika rakyat merasa perutnya lapar dan susah mencari makan secara konsisten, protes sosial dan demonstrasi besar-besaran adalah respons yang logis, alami, dan tidak terhindarkan. Pernyataan ini secara telanjang menyingkap bahwa gejolak politik hanyalah manifestasi permukaan dari krisis perut yang jauh lebih serius dan fundamental.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Prediksi Skor Sevilla vs Rayo Vallecano di La Liga, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Meraih Kemenangan Perdana di Laga Pembuka?
- 2Prediksi Skor Deportivo Alaves vs Getafe di La Liga, 16 Agustus 2026: Duel Dua Tim dengan Modal Pramusim Berbeda
- 3Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche di La Liga, 18 Agustus 2026: Duel Tim Promosi dan Penghuni Zona Bawah
- 4Prediksi Skor Espanyol vs Levante di La Liga, 17 Agustus 2026: Mampukah Los Periquitos Mengawali Musim dengan Kemenangan Kandang?
- 5Prediksi Skor Racing Santander vs Villarreal di La Liga, 16 Agustus 2026: Debutan Promosi Tantang Penghuni Tiga Besar
- 6Prediksi Skor Casa Pia vs Benfica di Liga Portugal, 18 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Mengulang Kejutan?
- 7Prediksi Skor Ajax vs Heerenveen di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Kembali Dominan di Johan Cruijff Arena?
- 8Prediksi Skor Excelsior vs PSV Eindhoven di Eredivisie, 16 Agustus 2026: Mampukah Tuan Rumah Patahkan Dominasi Sang Juara Bertahan?
- 9Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!
- 10Fasilitas Mewah KM Dharma Kartika V Dinodai Dugaan Pelecehan Anak hingga Pengeroyokan Pelajar, Begini Kronologinya





