Terkait Tunjangan Perumahan Anggota DPRD DKI Jakarta, Ketua Dewan Bakal Audiensi dengan Mendagri dan ADPSI

AKURAT JAKARTA - DPRD DKI Jakarta bakal melakukan audiensi bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan ketua Asosiasi Dewan Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) Buky Wibawa terkait evaluasi tunjangan perumahan dewan yang mencapai Rp 70 juta.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD DKI Jakarta, Augustinus, menyampaikan bahwa nantinya Ketua DPRD DKI Jakarta, Khoirudin akan menghadiri audiensi tersebut.
"Pak Ketua kita selaku anggota Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia mau audiensi ke Pak Menteri, bersama Ketua ADPSI. Saya belum tahu jadwalnya besok (12/8) atau Senin (15/8)," ujar Augustinus kepada wartawan, Jumat (12/9/2025).
Baca Juga: Tanggal Lahir Komedian Legendaris 27 September Ditetapkan Jadi Hari Komedi Nasional
Ia juga menjelaskan, terkait dengan evaluasi tunjangan ini juga akan dilakukan untuk seluruh DPRD di Indonesia.
Sebab, saat ini tunjangan perumahan tertinggi bukan di Jakarta, melainkan di Jawa Tengah.
"Iya, karena ini kan peraturannya berlaku umum. Yang tertinggi itu kan bukan di DKI, tertinggi itu kan pertama di Jawa Tengah. Jawa Tengah itu sampai 79 juta, kita 78 juta," tuturnya.
Untuk itu, dalam audiensi nantinya akan membahas lebih lanjut bagaimana evaluasi tunjangan perumahan di DPRD se-Indonesia.
"Nah itu makanya mungkin dari asosiasi yang akan audiensi ke Pak Menteri untuk bagaimana selanjutnya untuk tunjangan perumahan seluruh DPRD se-Indonesia," tukasnya.
Namun, meski sudah banyak pihak DPRD di berbagai daerah yang setuju untuk dievaluasi, pihaknya tidak bisa langsung menetapkan peraturannya.
"Ya itu dia ya, tapi kan sebenarnya nggak bisa langsung serta merta ya. Harus ada peraturan yang mengikat juga ya, biar nggak salah ya. Karena kan selama ini tunjangan perumahan aturannya sudah ada," paparnya.
Diketahui, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Basri Baco, mengatakan bahwa pihaknya masih membahas terkait dengan evaluasi tunjangan perumahan anggota DPRD DKI Jakarta mencapai lebih dari Rp70 juta per bulan.
Ia mengatakan, pembahasan masih dilakukan untuk mendapat hasil yang sesuai dengan ketentuan dan harapan dari masyarakat.
"Lagi dibahas supaya bisa dapat hasil yang benar-benar, sesuai dengan ketentuan dan apa ya harapan masyarakat," ujar Baco di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025) lalu. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Hapoel Beer Sheva di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Pertahankan Rekor Kandang?
- 2Prediksi Skor Hoffenheim vs Besiktas di UEL, 16 Oktober 2026: Mampukah Die Kraichgauer Bangkit di Kandang?
- 3Prediksi Skor Eintracht Frankfurt vs FC Koln di Bundesliga, 17 Oktober 2026: Mampukah Die Adler Bangkit dari Kekalahan Telak?
- 4Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Levante di La Liga, 17 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Akhiri Tren Negatif?
- 5Prediksi Skor Sparta Praha vs Lillestrom di UEL, 15 Oktober 2026: Tren Positif Tuan Rumah Diuji Wakil Norwegia
- 6Prediksi Skor Celje vs Omonia di UEL, 15 Oktober 2026: Mampukah Tuan Rumah Bangkit dari Kekalahan?
- 7Prediksi Skor Union Saint-Gilloise vs Real Sociedad di UEL, 15 Oktober 2026: Tuan Rumah Incar Kemenangan Kedua
- 8Prediksi Skor Frosinone vs Sassuolo di Serie A, 17 Oktober 2026: Mampukah Canarini Balas Dendam atas Neroverdi?
- 9Pertama dan Satu-Satunya! Mitra Driver Gojek Terpilih dari Seluruh Indonesia Kibarkan Merah Putih
- 10Permudah Transaksi Nasabah, BPR Kerta Raharja Gemilang Luncurkan Layanan Digital MOLEC, Ini Kelebihannya!






